Ada Tiga Siswi SMK Waskito yang Diduga Korban Pelecehan, Pilar Saga Datangi Rumah Korban

JawaPos.com – Dugaan pelecehan seksual di SMK Waskito, Serua, Ciputat, bukan kasus pertama. ternyata sebanyak tiga siswi menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan oleh kakak kelas. Sebagaimana diketahui, dugaan pelecehan seksual terjadi di SMK Waskito. Hal tersebut dilakukan oleh salah satu siswa kelas 12 kepada siswi kelas 10.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan pun langsung mengunjungi siswi yang menjadi korban di kediamannya, di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang. Pilar menuturkan, pihaknya bersama dinas terkait Kota Tangsel bersilaturahmi dengan seorang siswi yang beberapa waktu lalu melaporkan kejadian terkait hal yang dialaminya. Yakni, pelecehan seksual di salah satu sekolah yang diduga ada terduga.
Dia mengatakan, sekarang ini prosesnya sedang berjalan di kepolisian. Untuk didalami dengan mengumpulkan saksi-saksi, dari pihak sekolah dan terduga. ’’Karena ternyata ada juga beberapa korban yang ikut bicara,’’ kata Pilar usai mengunjungi kediaman korban Kamis (8/5).

Pilar mengungkapkan, pihaknya bagaimanapun berada di sisi korban-korban pelecehan seksual di Tangsel. Sebab, dirinya memerangi setiap kejadian supaya tidak terjadi. ’’Kami posisinya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk kepolisian dan juga sekolah. Besok insya Allah pihak sekolah akan kami minta keterangan secara langsung,’’ ucapnya.
Pilar pun memberikan apresiasi kepada siswa yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut karena sudah berani angkat suara. Karena tidak semua korban pelecehan itu berani bicara kepada aparat penegak hukum ataupun publik. ’’Untuk kita tegakan keadilan untuk korban-korban pelecehan seksual di kota Tangsel,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel Tri Purwanto mengungkapkan, pihaknya bersama anggota DPRD Kota Tangsel telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK Waskito untuk mengonfirmasi terkait dengan proses yang terjadi di sekolah tersebut yaitu pelecehan seksual. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menyampaikan bahwa prosesnya sudah berjalan.
Tri mengungkapkan, pihak sekolah sudah memberikan surat drop out (DO) kepada siswa yang diduga melakukan pelecehan seksual per April 2025. Kendati demikian, siswa tersebut masih diperbolehkan mengikuti ujian nasional.
’’Karena ada hak untuk tetap melanjutkan pendidikan, jadi pendidikan tetap berjalan tapi di rumah atau daring. Itu yang diterangkan dari pihak sekolah. Mereka komunikasi dengan KCD dan juga Kementerian Pendidikan juga turun, dan yang lapor ke sekolah, ke guru BK itu ternyata tiga orang tapi yang berani bicara cuma satu. Tiga orang ini juniornya,’’ ungkap Tri.




