Wali Kota Soroti Praktik Joki Absensi, Instruksikan Sistem Kehadiran Pegawai Lebih Ketat

JawaPos.com - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan sikapnya terhadap praktik joki absensi di lingkup Pemerintah Kota Bekasi. Penegasan ini disampaikan Tri saat memimpin apel pagi di halaman kantor wali kota, Senin (23/6).
Dalam arahannya, Tri meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi segera melakukan pembenahan sistem absensi pegawai agar tidak lagi mudah disalahgunakan.
’’Saya minta BKPSDM cari sistem absensi yang lebih baik dan berbasis teknologi. Kalau ada yang main curang, pakai joki, kita akan tindak tegas,’’ tegasnya di hadapan seluruh peserta apel.
Langkah ini diambil menyusul adanya aduan dari masyarakat terkait dugaan kehadiran fiktif oleh oknum pegawai. Wali Kota sendiri sempat melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas Jatiranggon pekan lalu sebagai tindak lanjut laporan tersebut.
Selain menyoroti kedisiplinan aparatur, Tri juga kembali menekankan pentingnya konsistensi penerapan kawasan tanpa rokok di seluruh kantor pemerintah, termasuk di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam kesempatan yang sama, dia mengingatkan rencana penataan fasilitas publik dengan menambah ruang terbuka untuk aktivitas warga dan komunitas. Tri mencontohkan keluhan komunitas skater di Plaza Patriot yang membutuhkan area publik yang lebih ramah.
’’Kota Bekasi butuh lebih banyak ruang terbuka yang bisa dinikmati bersama. Usai bertemu dengan komunitas Skatter di Plaza Patriot, keluhan ruang mereka karena tidak ada sarana ruang terbuka lebih luas, dan berkomitmen mewujudkan tempat publik yang ramah komunitas agar tidak merusak taman yang sudah terbangun,’’ ungkap Tri.
Dalam apel tersebut, wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Studi Visi Nusantara (Vinus) Kota Bekasi atas perannya memberikan masukan objektif terhadap kinerja kepala daerah dan perangkat daerah.
’’Terima kasih atas sinergi dan kerja keras seluruh jajaran. Perjalanan 100 hari ini adalah bagian dari langkah panjang lima tahun ke depan untuk menyelesaikan PR besar kita dalam bidang infrastruktur, tenaga kerja, kesehatan, dan pelayanan publik,’’ ujarnya.




