Olahraga Padel Dikenakan Pajak 10 Persen, Sekretaris Bapenda Kota Tangsel: Masuk sebagai Objek PBJT Hiburan dan Kesenian

JawaPos.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel menetapkan tarif pajak terhadap olahraga padel. Sebab, olahraga tersebut masuk dalam kategori Pengenaan Pajak Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) hiburan dan kesenian.
Sekretaris Bapenda Kota Tangsel Rahayu Sayekti menyampaikan, olahraga Padel ditetapkan sebagai objek pajak daerah di Kota Tangsel. Karena jenis olahraga itu termasuk sebagai sarana olahraga yang masuk ke dalam objek PBJT hiburan dan kesenian.
’’Sarana olahraga yang memang masuk ke dalam objek PBJT, tarifnya 10 persen,’’ ungkap Ayu sapaan akrab Rahayu Sayekti kepada Jawa Pos, kemarin.
Ayu menuturkan, pengenaan pajak olahraga padel tersebut juga sesuai dengan peraturan daerah terhadap pajak sarana dan prasarana olahraga Penetapan pajak itu dilakukan mulai tahun 2025.
’’Kita sudah melakukan pendataan terhadap arena-arena padel di Tangsel. Ini sudah beberapa sedang proses pendaftaran. Jadi dalam rangka pendataan sekaligus melakukan sosialisasi, ditariknya di tahun ini,’’ terang Ayu.
Dengan adanya pengenaan pajak terhadap olahraga padel tersebut diharapkan dapat mengoptimalisasi pendapatan pajak di Kota Tangsel, khususnya PBJT Hiburan dan Kesenian. Karena itu, pihaknya melakukan pendataan masif terhadap objek PBJT tersebut. Supaya bisa ditarik pajaknya di tahun ini dalam rangka peningkatan optimalisasi pajak.
’’Kalau untuk target PAD di sisi PBJT Hiburan dan Kesenian ini masuk, di APBD perubahan kan ada kenaikan. Kita berharap itu kan sebagai salah satu potensi baru dari sektor PBJT hiburan dan kesenian,’’ lanjutnya. Ayu menambahkan, saat ini pihaknya juga terus melakukan pendatan masif terhadap semua objek pajak. Sehingga dapat meningkatkan PAD Kota Tangsel.




