Perbaiki Jalan Griya Loka Raya Butuh Rp 12 Miliar, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Bilang Begini!

JawaPos.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga. Salah satu langkah konkret dilakukan di Jalan Griya Loka Raya, Serpong, dengan pembangunan jalan beton dan pengaspalan sepanjang 4,2 kilometer.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, perbaikan itu dilakukan karena fondasi jalannya terdapat beberapa keretakan dikhawatirkan ke depan terjadi pergeseran tanah. Karena itu, pihaknya memperkuat beberapa titik jalan yang krusial, termasuk di Jalan Griya Loka Raya. ’’Kita ganti menjadi beton dengan kekuatan K350 dengan ketebalan 25 sentimeter,’’ kata Pilar saat meninjau perbaikan Jalan Griya Loka Raya, Serpong, Jumat (25/7).
Proyek tersebut ditargetkan rampung pada September 2025 karena telah dimulai sejak April lalu. Selain betonisasi, pekerjaan juga mencakup pengaspalan dan pemasangan kansteen. Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai Rp 12 miliar. Menurut Pilar, proyek itu menjadi langkah awal dari rencana besar pemkot untuk mengganti jalan-jalan utama di Tangsel dengan beton bertulang.
’’Ke depan, jalan-jalan utama yang dilalui kendaraan berat akan kita beton. Nah, beton bisa bertahan lebih lama, bahkan hingga 20 sampai 23 tahun. Ini jauh lebih efisien dalam jangka panjang,’’ terangnya.
Pilar juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel untuk mulai menerapkan konsep layering, yakni kombinasi beton dan aspal di ruas-ruas dengan intensitas kendaraan bertonase tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang usia pakai jalan sekaligus meminimalkan biaya pemeliharaan rutin.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DSDABMBK Tangsel Ahmad Fatullah menjelaskan, perbaikan tersebut dilakukan lantaran kondisi jalan sudah mengalami banyak kerusakan. Kondisi eksisting jalan tersebut berupa aspal, namun pada beberapa segmen mengalami penurunan badan jalan hingga menimbulkan gelombang yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
’’Ini merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur yang rutin kami lakukan. Tidak ada pelebaran, tapi kami pastikan kualitas jalannya diperbaiki menyeluruh dengan metode rigid pavement atau perkerasan beton,’’ terangnya.




