Kamis, 23 Juli 2026
Logo

500 Ton Sampah Dikirim ke Pandeglang, Wakil Wali Kota Tangsel: Proses Kerja Sama Telah Melalui Diskusi Panjang

Senin, 28 Jul 2025 | 11:09 WIB
Tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Serpong, sudah sulit ditampung lagi. Pemkot Tangsel setiap hari akan mengirim ratusan ton sampah ke Kabupaten Pandeglang.
Tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Serpong, sudah sulit ditampung lagi. Pemkot Tangsel setiap hari akan mengirim ratusan ton sampah ke Kabupaten Pandeglang.

JawaPos.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang resmi menandatangani perjanjian kerja sama penanganan sampah. Langkah itu diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah Tangsel.


Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, proses kerja sama tersebut telah melalui diskusi panjang antara Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang. Dari diskusi tersebut muncul sejumlah poin kesepakatan yang kemudian dituangkan dalam kontrak resmi.

’’Setelah kontrak kerja sama, nanti tindak lanjutnya menunggu penetapan anggaran perubahan dan proses lelang pengangkut sampah. Targetnya, akhir Agustus sudah mulai beroperasi, sebanyak 500 ton per hari ke TPA Bangkonol, Pandeglang,’’ kata Pilar, Minggu (27/7).

Skema pengangkutan sendiri akan dilakukan oleh Pemkot Tangsel, dengan armada yang disediakan melalui proses lelang. Jalur pengangkutan sudah disurvei dan disepakati, yakni melalui Tol Rangkas Bitung.

’’Jalurnya secara teknis sudah dituangkan di dalam perjanjian kerja sama dan itu memang sudah disurvei jalurnya yang memang benar-benar bisa dilalui. Itu kan sudah dilakukan kajian antara dua daerah,’’ terang Pilar.

Pilar juga menegaskan soal dampak lingkungan dari kerja sama tersebut. TPA Bangkonol di Pandeglang telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai tempat pengelolaan sampah yang memenuhi standar pengolahan. Hal itu penting karena kondisi TPA Cipeucang di Tangsel saat ini sudah overload. ’’Maka dari itu kita kerja sama kan operasi pengerjaan sampahnya di Pandeglang selama 4 tahun. Sambil kita menunggu proyek PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Eenergi Listrik) kami selesai yang sekarang sedang dijalankan," ujarnya.

Saat ini volume sampah di Tangsel mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebagian sampah sudah dikelola oleh kawasan perumahan seperti BSD, Bintaro Jaya, dan Alam Sutera yang bekerja sama dengan tempat pembuangan sampah lain.

Pilar menargetkan, setelah pembangunan PSEL rampung maka 100% sampah akan dikelola secara mandiri oleh Pemkot Tangsel. Karena proyek PSEL nanti dapat menampung hingga 1.200 ton sampah per hari. ’’Jadi yang sekarang kita ambil itu non wilayah pengembangan. Misalkan perkampungan, perumahan-perumahan yang lama yang tidak terikat dengan pengembang. Lalu juga dari restoran, kafe, hotel dan lain sebagainya,’’ imbuhnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia