Minggu, 2 Agustus 2026
Logo

Sekolah Rakyat Masih Difokuskan untuk SMA, Pemkot Tangsel Dukung Program Provinsi Banten

Senin, 28 Jul 2025 | 23:28 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie membahas sekolah rakyat yang digagas Pemprov Banten.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie membahas sekolah rakyat yang digagas Pemprov Banten.

JawaPos.com – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menyambut baik hadirnya program Sekolah Rakyat yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Kencana, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, dan difokuskan untuk siswa tingkat menengah atas (SMA).


Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh keberadaan sekolah tersebut. Menurut dia, program ini sejalan dengan upaya pemerataan akses pendidikan di Banten. 
’’Sekolah rakyat ini kan untuk tingkat SMA. Pak Gubernur (Andra Soni) sudah menyiapkan gedungnya di Balai Latihan Kerja (BLK), dan kami di daerah tentu akan mendukung," kata Benyamin, Senin (28/7).

Meski kewenangan pendidikan SMA berada di tingkat provinsi, Benyamin berharap warga Tangsel juga mendapat akses untuk menikmati layanan pendidikan tersebut. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar, Pemkot Tangsel sudah menjalin koordinasi dengan pengelola sekolah. 

’’Kemarin kepala sekolah minta bantuan soal pemeriksaan kesehatan untuk siswa baru. Itu akan kita bantu. Termasuk kebersihan dan keamanan bangunan baru, kita sudah siapkan tim dari OSS dan bagian umum. Untuk keamanan, kita juga bantu koordinasi ke Polsek,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenndikbud) Tangsel Deden Deni menyampaikan, Sekolah Rakyat Provinsi Banten tersebut menampung 150 siswa dari seluruh kabupaten/kota se-Banten. Mereka dibagi dalam enam rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa dan seluruhnya diasramakan.

Namun, berdasar data terbaru, jumlah siswa asal Tangsel yang masuk tergolong sedikit. ’’Dari informasi terakhir, hanya ada tujuh warga Tangsel yang masuk. Itu pun berdasar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), bukan dari pendaftaran mandiri," ungkap Deden.

Dia menilai, minimnya jumlah siswa asal Tangsel karena tingkat kemiskinan di kota ini tergolong rendah. ’’Jadi data masuk ke Sekolah Rakyat itu berbasis DTKS, bukan karena warga datang sendiri ke sekolah,’’ pungkasnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia