18 Kereta Api Sempat Dihentikan Akibat Gempa Bekasi, Ini yang Dibeberkan KAI Terkait Kondisi Jalur Rel!

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memastikan perjalanan kereta tetap aman pasca gempa berkekuatan 4,9 SR yang mengguncang Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8) malam.
Meski sempat terganggu, jalur rel dipastikan aman setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa sebanyak 18 kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KA Lokal Pangrango harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di stasiun terdekat usai gempa.
"Para petugas KAI memastikan bahwa jalur KA aman, dan seluruh KA diperbolehkan melanjutkan kembali perjalanan," ujarnya, Rabu (20/8).
Ixfan menerangkan, begitu gempa terasa, Pusat Pengendali Operasi KA Daop 1 Jakarta langsung memerintahkan semua perjalanan kereta berhenti sementara. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalur rel, jembatan, dan persinyalan tetap aman.
Setelah pemeriksaan oleh petugas, pada pukul 20.28 WIB jalur dinyatakan aman. Sehingga perjalanan kereta bisa kembali beroperasi normal.
Ixfan menegaskan bahwa KAI selalu menyiagakan petugas di titik-titik rawan bencana. Mereka bertugas memantau perkembangan kondisi prasarana setiap saat.
"Koordinasi terus dilakukan antara petugas jalan rel dan jembatan, serta semua jajaran operasional termasuk masinis yang selalu mendapatkan pantauan terbaru dari Pusat Pengendali Operasi KA Daop 1 Jakarta. Hal ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan KA," imbuhnya.
Diketahui, BMKG melaporkan gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada pukul 19.54 WIB dengan kedalaman 10 km. Getaran terasa hingga Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Bogor hingga Tangerang.
"Gempa Mag:4.9, 20-Aug-2025 19:54:55 WIB, Lok:6.48LS, 107.24BT (14 km Tenggara KAB-BEKASI-JABAR), Kedalaman:10 Km. Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis akun X resmi @infoBMKG.
Hingga kini, BMKG masih melakukan analisis lebih lanjut terkait dampak dan penyebab gempa tersebut.




