Senin, 20 Juli 2026
Logo

350 Ton Stok Beras dari Gudang CV Astu Kota Depok Siap Edar ke Pasar Tradisional

Kamis, 14 Ags 2025 | 23:21 WIB
Penyidik Krimsus Polres Metro Depok bersama petugas Disdagin Kota Depok menyidak gudang dan agen beras Kamis (14/8).
Penyidik Krimsus Polres Metro Depok bersama petugas Disdagin Kota Depok menyidak gudang dan agen beras Kamis (14/8).

JawaPos.com - Tim Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang dan agen beras di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (14/8). Pemeriksaan ini dipimpin penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Depok bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mencegah praktik penimbunan serta pengoplosan beras.


Salah satu lokasi yang disambangi, yaitu CV Astu di kawasan Sukmajaya, yang merupakan salah satu distributor beras di Depok. Penyidik Satgas Pangan Polres Metro Depok, AKP Djoko Siswaningrum, menjelaskan, pengecekan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri. ''Kami diperintahkan untuk melakukan pengecekan stok barang pada distributor di wilayah Depok, terkait dengan adanya dugaan penimbunan barang,'' jelasnya.

Dari pemeriksaan, tim menemukan stok beras di gudang CV Astu mencapai 350 ton dengan berbagai merek. Distribusi beras tersebut menyasar sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Agung, Pasar Cisalak, Pasar Musi, serta toko dan warung sekitar Depok.

Menurut Djoko, tidak ditemukan indikasi penimbunan maupun pelanggaran harga. ''Jadi, untuk sementara ini hasilnya benar, di sini ada stok atau gudang beras. Artinya memang ada barangnya, tapi nanti kita cek langsung ke pasar-pasar tempat untuk pendistribusian beras,'' terangnya.

Pihaknya juga mengkroscek ke sejumlah pasar dan toko apakah pihak distributor melakukan pendistribusian beras secara benar. 

''Jadi di sana kita akan melihat, apakah kebenaran dari beras yang ada di gudang sini disalurkan ke pasar tradisional atau pasar ritel. Untuk datanya tadi sudah ada, nanti kita selesai dari sini kita akan langsung menuju ke toko-tokonya,'' sambung Djoko.

Dia menegaskan, hingga saat ini Satgas Pangan Depok belum menemukan adanya pelanggaran harga eceran tertinggi (HET). Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok, Sony Hendro. Hasil pengecekan menunjukkan harga beras medium dan premium yang dijual CV Astu masih berada di bawah HET.

"Rp 300–Rp 500 di bawah HET. Tadi sudah kita cek. Karena memang sudah di bawah HET, tinggal kita cek nanti di lapangan apakah benar beras-beras ini didistribusikan kepada toko-toko yang ada di wilayah Kota Depok,'' ungkapnya.

Sony memastikan ketersediaan beras di Depok dalam kondisi aman. ''Stok aman, sangat aman, stoknya sangat aman,'' tegasnya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia