Misa Gereja Katolik, Homili Romo Benyamin Sudarto: Gereja Adalah Rumah Bersama

JawaPos.com - Suasana sukacita terlihat saat misa Pesta Paskah yang diadakan di Gereja Santo Joannes Baptista, Parung, Bogor, Minggu (10/5). Ratusan umat Lingkungan Santo Matius berkumpul mengadakan misa untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus.
Ibadah ini akan dilaksanakan seperti ibadah hari Minggu biasa. Dengan begitu, akan dibacakan setidaknya tiga bacaan dari Alkitab yang kemudian menjadi bahan renungan pada hari tersebut.
Ketiga bacaan ini dipanggil dengan sebutan Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, dan Bacaan Injil. Bacaan Pertama dan Kedua akan dibacakan oleh petugas yang disebut lektor. Kemudian, bacaan Injil akan dibacakan oleh pastor atau diakon yang bertugas.
Bacaan pertama diambil dari Kisah Para Rasul 8:5-8, 14-17. Berkisah soal waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem, Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang disana.
Kemudian bacaan kedua diambil dari 1 Petrus 3:15-18 berkisah tentang, kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan. Bersiap sedialah setiap saat untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu.
Sedangkan bacaan Injil yang dibacakan Romo Benyamin Sudarto dari Yohanes 14:15-21. Yaitu Pada perjamuan malam terakhir Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
Dalam homilinya, atau dikenal khutbah, Romo Benyamin Sudarto menekankan pentingnya komunitas dalam lingkungan Gereja Katolik. Karena dalam membangun sebuah gereja katolik dibutuhkan keguyuban dari para umat.
"Komunitas pasti ada perbedaaan karakter. Jika setiap orang mempertahankan egoismenya masing-masing maka persatuan akan sulit," kata Romo Ben.
"Jangan mengandalkan egonya masing-masing. Apa yang dinamakan komunitas atau keguyuban sulit diwujudkan jika kita tidak saling mengasihi. Kristus mengajak kita meninggalkan sikap acuh tak acuh," tuturnya.
Dalam bacaan injil, kata Romo Ben sapaan akrabnya, umat diajarkan untuk saling mengasihi. Menurutnya, kasih bukan hanya melalui kata-kata saja melainkan lewat perbuatan.




