Jumat, 24 Juli 2026
Logo

Misa Gereja Katolik, Homili Romo Benyamin Sudarto: Gereja Adalah Rumah Bersama

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:01 WIB
Suasana sukacita terlihat saat misa Pesta Paskah yang diadakan di Gereja Santo Joannes Baptista, Parung, Bogor, Minggu (10/5). (Bintang Pradewo/ JawaPos.com)
Suasana sukacita terlihat saat misa Pesta Paskah yang diadakan di Gereja Santo Joannes Baptista, Parung, Bogor, Minggu (10/5). (Bintang Pradewo/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Suasana sukacita terlihat saat misa Pesta Paskah yang diadakan di Gereja Santo Joannes Baptista, Parung, Bogor, Minggu (10/5). Ratusan umat Lingkungan Santo Matius berkumpul  mengadakan misa untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus.

Ibadah ini akan dilaksanakan seperti ibadah hari Minggu biasa. Dengan begitu, akan dibacakan setidaknya tiga bacaan dari Alkitab yang kemudian menjadi bahan renungan pada hari tersebut. 

Ketiga bacaan ini dipanggil dengan sebutan Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, dan Bacaan Injil. Bacaan Pertama dan Kedua akan dibacakan oleh petugas yang disebut lektor. Kemudian, bacaan Injil akan dibacakan oleh pastor atau diakon yang bertugas.

Bacaan pertama diambil dari Kisah Para Rasul 8:5-8, 14-17. Berkisah soal waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem, Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang disana.

Kemudian bacaan kedua diambil dari 1 Petrus 3:15-18 berkisah tentang, kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan. Bersiap sedialah setiap saat untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu. 

Sedangkan bacaan Injil yang dibacakan Romo Benyamin Sudarto dari Yohanes 14:15-21. Yaitu Pada perjamuan malam terakhir Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Dalam homilinya, atau dikenal khutbah, Romo Benyamin Sudarto menekankan pentingnya komunitas dalam lingkungan Gereja Katolik. Karena dalam membangun sebuah gereja katolik dibutuhkan keguyuban dari para umat.

"Komunitas pasti ada perbedaaan karakter. Jika setiap orang mempertahankan egoismenya masing-masing maka persatuan akan sulit," kata Romo Ben.

"Jangan mengandalkan egonya masing-masing. Apa yang dinamakan komunitas atau keguyuban sulit diwujudkan jika kita tidak saling mengasihi. Kristus mengajak kita meninggalkan sikap acuh tak acuh," tuturnya.

Dalam bacaan injil, kata Romo Ben sapaan akrabnya, umat diajarkan untuk saling mengasihi. Menurutnya, kasih bukan hanya melalui kata-kata saja melainkan lewat perbuatan.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia