Rabu, 22 Juli 2026
Logo

Cara Mengubah Wajah Bantargebang, Pakai Sistem Bergilir 7 Hari

Selasa, 21 Jul 2026 | 11:36 WIB
Pemprov DKI Jakarta mulai menutup dua zona aktif TPST Bantargebang gunakan geomembrane. (Istimewa)
Pemprov DKI Jakarta mulai menutup dua zona aktif TPST Bantargebang gunakan geomembrane. (Istimewa)

JawaPos.com - Wajah pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mulai berubah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menghentikan praktik open dumping atau pembuangan terbuka secara bertahap, dan beralih ke sistem controlled landfill demi menekan dampak lingkungan bagi warga sekitar.

Langkah ini diawali dengan menutup dua zona aktif pembuangan sampah menggunakan media pelindung, yang nantinya akan dilapisi material geomembrane.

Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen penuh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung untuk membenahi karut-marut pengelolaan sampah ibu kota secara menyeluruh.

Sistem Bergilir 7 Hari untuk Kendalikan Bau

Proses transisi menuju controlled landfill ini sudah bergulir sejak Jumat (17/7). Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengungkapkan bahwa tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) telah memasang media penutup di area atas Zona 2.

"Pemasangan media penutup merupakan langkah nyata untuk mengurangi bau, membantu mengendalikan emisi gas, serta meminimalkan terbentuknya air lindi akibat masuknya air hujan ke area timbunan sampah," ujar Dudi, Senin (20/7).

Menariknya, pengelolaan zonasi kini menerapkan sistem bergilir yang ketat. Setiap titik buang hanya akan digunakan selama tujuh hari atau seminggu.

Setelah masanya habis, area tersebut akan langsung ditutup rapat selama sepekan, sementara aktivitas pembuangan truk sampah dialihkan ke titik lain yang sudah siaga atau disiapkan sebelumnya.

Pemasangan Geomembrane dan Siasat Pendanaan Swasta

Dudi menjelaskan bahwa mekanisme rotasi ini penting untuk menjaga stabilitas area penimbunan. Dengan pengaturan yang lebih disiplin, pembuangan sampah di Bantargebang diklaim bakal jauh lebih aman dan terukur.

Pada tahapan berikutnya, pembenahan akan diperkuat dengan pemasangan lapisan geomembrane secara bertahap di area landfill. Material khusus ini berfungsi optimal untuk mengunci emisi dan mengelola air lindi agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan menyebarkan berbau.

Editor : Bintang Pradewo
Bagikan:
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp dan dan podcast kami?
Jawa Pos Metropolitan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Kami Haus GOL Kamu
Dari ruang redaksi ke telinga kamu, inilah Jawa Pos Podcast! Obrolan santai tapi bermakna soal isu terkini, olahraga, hiburan dan kehidupan sehari-hari. Karena setiap cerita layak untuk dibicarakan!

Artikel Terkait

Dukung Penguatan Pengelolaan Sampah Nasional, KPNAS: Dari PSEL hingga Peran Penting Pemulung di Bantargebang

Dukung Penguatan Pengelolaan Sampah Nasional, KPNAS: Dari PSEL hingga Peran Penting Pemulung di Bantargebang

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS), Bagong, menyatakan dukungan tegasnya terhadap program pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional.

Pasca Longsor Bantargebang, Fraksi PKS: Bandung Tidak Boleh Menunggu Tragedi Serupa

Pasca Longsor Bantargebang, Fraksi PKS: Bandung Tidak Boleh Menunggu Tragedi Serupa

Fraksi PKS mendukung program GASLAH sebagai langkah awal yang tepat arah. Namun dukungan itu bukan tanpa catatan. Fakta di lapangan masih menunjukkan penumpukan sampah yang tercampur antara organik dan anorganik.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Dapatkan Informasi Lebih BanyakIkuti Saluran Whatsapp
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Digitalhttps://digital.jawapos.com/newspaper/51313
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia