Kenangan Mahasiswi UI ke Satpam Jatiluhur Purwakarta yang Tewas Usai Tegur Vandalisme

JawaPos.com - Duka mendalam menyelimuti civitas akademika Universitas Indonesia (UI) atas kepergian Sumarna, 43, petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas mengenaskan pada Jumat (24/7) pagi. Sosok yang dikenal ramah dan tulus membantu mahasiswa/mahasiswi saat penelitian lapangan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan usai menegur aksi vandalisme di area objek vital negara.
Momen kenangan bersama almarhum dibagikan oleh pemilik akun X @yangmahamimi. Mahasiswi UI ini mengenang kembali momen saat melakukan survei dan sempat bertukar wawasan (TWTW) dengan almarhum di kawasan Waduk Jatiluhur.
"Innalillahi... bapak ini yang sempet kami TWTW waktu survey... Ya Allah sakit jiwa sumpah," tulisnya dalam unggahannya di X.
Baginya, kini yang tersisa hanyalah foto kenangan singkat yang amat berarti. Ucapan duka dan doa pun mengalir agar almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Kronologi Hilangnya Sumarna: Pos Jaga Kosong dan HT Tergeletak
Kecurigaan rekan kerja berawal sejak Kamis malam (23/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, pos jaga tempat Sumarna bertugas ditemukan dalam keadaan kosong melompong. Sepeda motor milik korban masih terparkir rapi di lokasi, tetapi ponselnya mendadak tidak aktif saat dihubungi.
Petunjuk awal mulai terkuak ketika perangkat handy talky (HT) milik Sumarna ditemukan tergeletak di atas sebuah perahu yang bersandar tak jauh dari pos jaga. Ketiadaan kabar tersebut berakhir duka pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Jasad Sumarna ditemukan mengambang di perairan Tanggul Kayat, Kampung Kembang Kuning, Purwakarta. Saat dievakuasi oleh tim gabungan, korban masih mengenakan seragam dinas security lengkap dengan kondisi kedua tangan terborgol.
Dugaan motif penganiayaan mencuat dari rekaman status WhatsApp yang sempat diunggah korban beberapa saat sebelum hilang. Dalam video tersebut, Sumarna memperlihatkan adanya coretan aksi vandalisme di jalan area tanggul dan mengeluhkan tindakan tak bertanggung jawab tersebut.




