Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Siap Atasi Sampah dan Banjir

Febry Ferdian • Dipublikasikan Kamis, 20 Maret 2025 | 21:19 WIB
Sejumlah menteri mendatangi lokasi rawan banjir di Bekasi, Kamis (20/3).
Sejumlah menteri mendatangi lokasi rawan banjir di Bekasi, Kamis (20/3).

JawaPos.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, mendampingi kunjungan kerja sejumlah pejabat tinggi negara di Kota Bekasi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. 

Kunjungan ini berfokus pada dua lokasi strategis, yakni wilayah terdampak banjir di Vila Jati Rasa RW 12, Kecamatan Jatiasih, serta tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang.

Tri menyampaikan, kehadiran para menteri dan pejabat pusat menunjukkan perhatian besar terhadap Kota Bekasi, terutama dalam mengatasi dua permasalahan utama, yaitu sampah dan banjir. Menurut dia, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Pemprov DKI sangat penting dalam mencari solusi berkelanjutan. 

’’Bagaimana kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Pak Menko Pangan menginisiasi menyelesaikan sampah dengan teknologi terbaru melalui incinerator serta meningkatkan iklim investasi dengan penyederhanaan birokrasi. Upaya ini agar sampah bisa tertangani sampai selesai dengan dibakar dan bisa menjadi energi listrik,’’ ucap Tri Adhianto.

Lebih lanjut, Tri menegaskan, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan harus melibatkan kolaborasi semua elemen. Dia berharap kerja sama antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI dapat menghasilkan solusi konkret yang berdampak jangka panjang. 

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dalam kaitannya dengan kesehatan dan bencana alam, terutama banjir. Dia menekankan bahwa sampah yang tidak tertangani dengan baik sering menjadi penyebab utama banjir di Jakarta dan Bekasi. 

’’Kemenko PMK berkepentingan terkait hilir dan bencana serta Kemenko Pangan berkepentingan dari hulunya terkait lingkungan, tata ruang dan infrastruktur sehingga bisa meminimalkan risiko bencana dan risiko kesehatan akibat dari sampah dan pengelolaan lingkungan lain,’’ kata dia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyampaikan menyebut, bahwa Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari, dengan TPST Bantargebang dan Rorotan mampu mengolah sekitar 5.000-6.000 ton sampah. 

’’Sehari sampah dihasilkan sebanyak 8 ribu ton, diselesaikan dengan proses yang ada melalui RDF di Bantargebang dan Rorotan. Namun ini belum cukup. Incinerator kalau yang disampaikan perlu adanya penyesuaian tarif tipping fee yang dapat disepakati bersama oleh pemerintah pusat dan daerah,’’ katanya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto