JawaPos.com - Aksi balap perahu naga atau dragon boat kembali menyedot perhatian ribuan pasang mata di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Memasuki hari kedua sekaligus hari terakhir gelaran kompetisi pada Sabtu (25/7), persaingan antar-atlet di atas lintasan air dipastikan bakal semakin sengit dan memikat pengunjung.
Perlombaan yang menjadi salah satu agenda utama Festival Cisadane 2026 ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Selain menyaksikan adu kecepatan tim dayung, para wisatawan dapat menikmati deretan hiburan seni budaya, panggung musik, hingga ragam produk UMKM lokal di sekitar lokasi acara.
Regenerasi Atlet Muda dan Persaingan Kategori Umum
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan bahwa atraksi dragon boat bukan sekadar sarana hiburan tahunan, melainkan benteng pertahanan prestasi olahraga dayung Kota Tangerang di tingkat regional maupun nasional.
"Lomba ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam Festival Cisadane. Selain menghadirkan kompetisi yang seru, perlombaan ini juga memperkuat identitas Sungai Cisadane sebagai ruang budaya, olahraga, dan pariwisata di Kota Tangerang," ujar Kaonang, dikutip Sabtu (25/7).
Pada hari pertama, Jumat (24/7), kompetisi difokuskan pada perlombaan tingkat pelajar SMP dan SMA se-Kota Tangerang untuk kategori Traditional Boat Race (TBR) jarak 200 meter dan 500 meter.
Panitia pelaksana dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Tangerang, Achmad Faisal, menyebutkan bahwa kompetisi antar-pelajar ini dirancang khusus untuk memunculkan bibit-bibit atlet bertalenta baru.
Sementara itu, untuk persaingan di kategori umum, ajang ini melibatkan puluhan tim dari berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Papua.
"Kami berharap kesuksesan tahun ini bisa terus berlanjut. Bahkan tahun depan ditargetkan tidak hanya kategori dayung perahu naga, melainkan bisa kano maupun nomor-nomor perlombaan lainnya yang selama ini ada di kejuaraan olahraga nasional," tambah Faisal.
Panduan Itinerary Wisata Kuliner Hemat Rp100 Ribu
Puas menyaksikan sengitnya perlombaan dayung, pengunjung bisa langsung berburu wisata kuliner di ratusan stan UMKM yang berjejer di sepanjang area festival. Menariknya, pengunjung cukup menyiapkan modal sekitar Rp100.000 untuk bisa mencicipi aneka sajian dari pagi hingga malam hari.
Berikut rekomendasi panduan itinerary kuliner hemat di Festival Cisadane 2026:
- Pagi Hari (Budget Rp15.000 – Rp20.000): Awali hari dengan sarapan jajanan tradisional khas Tangerang, seperti Laksa Tangerang hangat, kue ape, atau kudapan pasar rasional lainnya.
- Siang Hari (Budget Rp30.000 – Rp35.000): Isi tenaga dengan menu makan siang mantap seperti bakso, soto, mi ayam, atau olahan nasi khas Nusantara.
- Sore Hari (Budget Rp15.000 – Rp20.000): Santai sejenak sambil menikmati es kopi kekinian, es jeruk segar, atau es teh manis diiringi panggung pertunjukan seni budaya.
- Malam Hari (Budget Rp30.000 – Rp35.000): Tutup kunjungan dengan aneka sajian makan malam seperti bakaran, hidangan laut (seafood), hingga membawa pulang dodol khas sebagai oleh-oleh keluarga.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, menyampaikan bahwa kehadiran ratusan tenant ini ditujukan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
"Festival Cisadane bukan hanya menghadirkan hiburan dan atraksi budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner," jelas Boyke.
Bagi warga Kota Tangerang dan sekitarnya yang belum memiliki agenda akhir pekan, Festival Cisadane 2026 di sepanjang bantaran Sungai Cisadane ini bisa menjadi pilihan destinasi wisata keluarga yang terjangkau dan meriah.
Editor : Bintang Pradewo