Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut. Namun, api menghanguskan area seluas sekitar 800 meter persegi dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Komandan Peleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi Bohir mengatakan kebakaran pertama kali diketahui petugas keamanan pangkalan yang sedang melakukan patroli rutin sekitar pukul 01.45 WIB.
Unit pemadam pertama bergerak dua menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB. Melihat besarnya kobaran api, petugas langsung mengerahkan sembilan unit pemadam.
"Wah, bukan gede lagi tuh! Makanya kami ngerahin sembilan unit," ujar Bohir saat dikonfirmasi Radar Bekasi.
Berdasarkan keterangan petugas keamanan di lokasi, kobaran api tiba-tiba membesar. Saksi juga mendengar suara dentuman dari arah tengah deretan bus yang sudah tidak digunakan tersebut.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala minimnya pasokan air sehingga harus melakukan pengisian ulang tangki dengan mengambil air dari aliran Sungai Kalimalang.
Jarak sungai tersebut sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran. Kondisi itu membuat petugas harus melakukan pengisian ulang tangki secara berkala selama proses pemadaman.
Untuk mencegah api menjalar ke permukiman warga, petugas membagi pergerakan menjadi dua jalur penanganan. Pangkalan bus tersebut memang berada berdekatan dengan perumahan penduduk.
Dari sekitar 100 bus yang berada di pangkalan, sekitar 50 unit di antaranya terbakar. Proses pemadaman hingga pendinginan total berlangsung hampir enam jam dan dinyatakan selesai pada pukul 07.35 WIB.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih menunggu hasil penyelidikan polisi.
"Untuk penyebabnya kita juga belum tahu ya, belum bisa diperkirakan, masih dalam penyelidikan polisi," tutup Bohir. (ris/ttg)
Editor : HendraSumber : Jawa Pos Koran, Radar Bekasi