Siap Tanggung Risiko! Habib Bahar Utimatum Pabrik Miras di Bogor Agar Tutup

Ryandi Zahdomo • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:34 WIB
Habib Bahar saat memimpin Aksi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Habib Bahar saat memimpin Aksi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

JawaPos.com - Habib Bahar bin Smith menyampaikan ultimatum keras kepada pengelola pabrik minuman keras (miras) di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Ia menuntut penghentian total aktivitas produksi serta penarikan seluruh produk miras dari peredaran dalam batas waktu tujuh hari.

Langkah tegas tersebut disuarakan saat memimpin aksi bela Alquran dan penolakan produksi miras di depan lokasi pabrik pada Selasa (18/8).

Berorasi dari atas mobil komando, Habib Bahar menegaskan bahwa konsumsi minuman beralkohol menjadi akar pemicu berbagai persoalan sosial hingga maraknya tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

"Saudara-saudara, khamr miras itu adalah ra'su kulli ma'siyat, otaknya segala kejahatan. Mabuk itu otaknya segala kemaksiatan," ujar Bahar.

Menurut Habib Bahar, gerakan penolakan terhadap industri miras tidak sekadar bentuk pembelaan terhadap kitab suci, melainkan aksi nyata untuk menyelamatkan masa depan generasi penerus.

Sebagai bentuk simbolisasi komitmen dalam melindungi Alquran dan generasi muda dari bahaya miras, massa aksi turut membawa kain kafan ke lokasi demonstrasi.

Ancam Aksi Nekat dan Siap Hadapi Proses Hukum

Dalam orasinya, tekanan politik dan sosial terus ditingkatkan. Habib Bahar menyatakan bakal mengambil tindakan nekat apabila tuntutan penutupan tersebut diabaikan oleh pihak perusahaan setelah masa tenggat berakhir.

 

Ia mengancam akan membakar fasilitas pabrik tersebut jika operasi tidak segera dihentikan. Bahkan, dirinya menegaskan siap menghadapi segala konsekuensi maupun proses hukum yang berpotensi menyertainya demi memastikan aktivitas produksi miras di wilayah Citeureup benar-benar berhenti.

"Kalau pabrik miras ini tidak tutup, maka insyaallah saya yang akan membatalkan pabrik miras ini. Kalau mereka meminta waktu tujuh hari, oke, tujuh hari kita beri waktu untuk menghentikan produksi dan seluruh produk minuman keras dari OT maupun produk lainnya harus dihentikan," tegas Habib Bahar.r

Sembari mengawal tuntutan utama kepada manajemen pabrik, seluruh massa yang hadir juga diimbau untuk konsisten menolak peredaran minuman keras di lingkungan masing-masing demi menjaga kondusivitas dan moralitas masyarakat.

Editor : Bintang Pradewo
habib bahar pabrik miras bogor