LPDB Koperasi Hadir di Borobudur Expo 2026, Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

Mohamad Nur Asikin • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:34 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (ketiga dari kiri) hadir pada Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang. (Istimewa).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (ketiga dari kiri) hadir pada Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang. (Istimewa).

JawaPos.com — Koperasi dan pelaku usaha di Kota Magelang dan kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DSP) Borobudur mendapat akses  untuk mengenal skema pembiayaan pemerintah melalui kehadiran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dalam Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang.

Melalui layanan Coaching Clinic LPDB Koperasi, masyarakat dan koperasi dapat berkonsultasi secara langsung mengenai dana bergulir, mulai dari informasi skema pinjaman atau pembiayaan, persyaratan, hingga peluang pemanfaatannya untuk pengembangan usaha koperasi. Layanan konsultasi ini dibuka selama pelaksanaan Borobudur Expo 2026, 17 sampai dengan 20 September 2026.

Kehadiran LPDB Koperasi menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan pembiayaan pemerintah kepada koperasi dan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi ekonomi berbasis UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, perdagangan, serta berbagai usaha produktif lainnya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, koperasi perlu ditempatkan sebagai badan usaha yang dapat menjadi wadah penguatan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata. Dengan memiliki badan usaha berbentuk koperasi, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan sekaligus membuka akses terhadap pembiayaan.

“Kalau sudah ada koperasinya, kami Kementerian Koperasi bisa mendampingi, bisa menginkubasi, bahkan bisa membiayai karena sudah badan usaha,” ujar Ferry saat membuka Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang, Kamis (17/9/2026).

Menurut Ferry, pendekatan tersebut dapat diterapkan pada berbagai kelompok usaha dan profesi. Mulai dari pelaku UMKM makanan, pengrajin dan pelaku fashion, sanggar seni, hingga generasi muda seperti ilustrator, animator, dan content creator dapat didorong membentuk koperasi sesuai karakteristik usaha mereka.

“Kami juga punya lembaga pengelola dana bergulir, LPDB Koperasi, yang memang khusus untuk membiayai koperasi,” kata Ferry.

Dalam kunjungan tersebut, pembahasan diarahkan pada bagaimana instrumen pembiayaan LPDB Koperasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan koperasi dan usaha produktif di wilayah Jawa Tengah. Potensi ekonomi kawasan Borobudur yang mencakup pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, serta berbagai usaha berbasis masyarakat menjadi bagian dari ekosistem yang dapat diperkuat melalui koperasi.

Kehadiran Menteri Koperasi di layanan Coaching Clinic LPDB juga memperlihatkan bahwa akses pembiayaan koperasi menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi koperasi dan penguatan ekonomi daerah.

Borobudur Expo 2026 sendiri menjadi ruang pertemuan berbagai potensi ekonomi dari kawasan penyangga Borobudur dan wilayah Purwomanggung yang mencakup Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.

Walikota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan, event seperti Borobudur Expo diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan maupun transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi mampu menciptakan hubungan usaha baru dan membuka pasar yang lebih luas.

“Kami berharap ada kemanfaatan ekonomi. Ada kerja sama baru yang terbentuk dalam setiap event. Ada produk yang mendapatkan pasar baru, ada UMKM yang menemukan mitra baru, ada koperasi yang menemukan peluang baru, dan tentunya ada investor yang melihat potensi baru,” ujar Damar.

Ia menyebut Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam, sehingga kekuatan daerah sangat bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberadaan berbagai layanan dan jejaring dalam Borobudur Expo dinilai penting untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan mitra baru, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang dapat berlanjut setelah event berakhir.

Selama empat hari pelaksanaan Borobudur Expo 2026, booth Coaching Clinic LPDB Koperasi menjadi ruang konsultasi terbuka bagi koperasi dan masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai dana bergulir.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh informasi awal mengenai pembiayaan LPDB Koperasi dan mendiskusikan kebutuhan pengembangan usaha koperasi secara langsung dengan tim LPDB Koperasi.

Kehadiran LPDB Koperasi di Borobudur Expo 2026 sekaligus mempertegas pendekatan layanan yang lebih dekat dengan koperasi. Tidak hanya hadir melalui program pembiayaan, LPDB Koperasi juga membuka ruang interaksi langsung agar informasi mengenai instrumen pembiayaan pemerintah dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat dan koperasi di daerah.

Dengan mempertemukan koperasi, pelaku usaha, pemerintah, pasar, dan akses pembiayaan dalam satu ruang, Borobudur Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk dan potensi daerah, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kerja sama dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Borobudur Expo 2026 resmi dibuka oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Walikota dan Wakil Walikota Magelang, Bupati Temanggung, serta Walikota Pekalongan.

Editor : Mohamad Nur Asikin
lpdp koperasi Borobudur Expo 2026 umkm