JawaPos.com - Proses seleksi calon personel Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta masih terus berjalan. Setelah Pemprov DKI menutup pendaftaran pada 14 Agustus lalu, ada sebanyak 24.405 data pelamar yang diproses untuk mengisi 1.000 formasi petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, dari total 24.405 pendaftar, hanya sekitar 17 persen atau sekitar 4.200 orang yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.
''Kebanyakan (yang lolos) mereka warga Jakarta. Karena memang warga Non-Jakarta, ada syarat tambahan yaitu harus punya SIM (surat izin mengemudi) B,'' terangnya.
Lantaran ada persyaratan itu, Pramono mengakui, banyak warga luar Jakarta itu yang tidak lolos seleksi berikutnya. Hal itu jugalah yang menyebabkan pendaftar yang bisa mengikuti seleksinya tidak terlalu banyak.
''Dari total pendaftar, yang dari luar Jakarta itu cukup tinggi, di atas 45 persen,'' imbuhnya.
Pramono juga menyebutkan, untuk mengisi lowongan itu, Pemprov DKI akan memprioritaskan untuk warga Jakarta. ''Kalau dari warga Jakarta tidak terpenuhi, baru kemudian kami membuka ruang bagi warga luar Jakarta,'' katanya.
Selain syarat SIM B itu, Pramono mengakui, syarat tinggi badan minimal 165 cm juga membuat banyak pendaftar banyak yang tidak bisa mengikuti seleksi berikutnya. Baik itu pendaftar dari Jakarta maupun luar Jakarta. ''Syarat tinggi badan minimal 165 itu sesuai dengan aturan Permendagri,''imbuhnya.
Terkait keinginan masyarakat agar personel yang direkrut itu adalah relawan Damkar di wilayah, Pramono mengaku sudah melaksanakannya di Jakarta. Terlebih, Jakarta memiliki jumlah relawan Damkar yang banyak, sekitar 12.700 relawan. Relawan itu dibentuk dari kalangan masyarakat untuk membantu petugas Damkar saat melaksanakan tugas di lapangan.
''Sebenarnya, (relawan) direkrut. Cuma memang karena ada batas tinggi 165 cm. Itulah yang menyebabkan tidak semua relawan bisa memenuhi persyaratan,'' ujarnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi