Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Capaian Baznas 2020–2025 Meningkat Signifikan

Hilmi Setiawan • Jumat, 29 Agustus 2025 | 10:46 WIB
MEDIA CETAK TERBAIK: Ketua Baznas Noor Achmad (kanan) menyerahkan penghargaan kepada Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Firzan Syahroni di Jakarta (28/8).
MEDIA CETAK TERBAIK: Ketua Baznas Noor Achmad (kanan) menyerahkan penghargaan kepada Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Firzan Syahroni di Jakarta (28/8).

JawaPos.com - Di sela pelaksanaan Rakornas 2025, Baznas juga menyelenggarakan Media Award di Jakarta (28/8). Salah satu media yang mendapatkan penghargaan itu adalah Jawa Pos. Koran terbesar di Indonesia yang berbasis di Jawa Timur itu diganjar penghargaan Media Cetak Pewarta Gerakan Zakat Terbaik.

Dalam Rakornas tersebut dibahas banyak hal tentang perzakatan di Indonesia. Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menegaskan, program mereka sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029 pemerintah.

Menurut Saidah, dana sosial syariah, termasuk zakat, telah diturunkan menjadi arah kebijakan tingkat menengah. "Untuk itu kita arahkan semua ekosistem binaan kita bisa diselaraskan untuk memenuhi kebutuhan penyuksesan program prioritas pemerintah," ujarnya.

Saidah mengatakan, dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah. Serta mendukung penanganan masalah sosial dan bencana alam. Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah serta berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dalam paparannya, Saidah menyampaikan capaian Baznas 2020–2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan. Mulai dari sisi penghimpunan maupun pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Bagi Saidah, zakat sudah jadi instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Selain itu, zakat harus mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berkelanjutan. Agar mustahik atau penerima zakat, bisa naik kelas menjadi muzaki atau pembayar zakat.

Saidah memaparkan di 2024 lalu, penyaluran zakat secara nasional mencapai Rp 39,48 triliun. Kemudian pada tahun ini ditargetkan menembus Rp 45,5 triliun. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen keuangan sosial yang efektif.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Noor Achmad menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh penerima penghargaan. Dia menekankan bahwa kontribusi yang diberikan para penggerak zakat merupakan bagian penting dari dakwah zakat yang membawa manfaat luas bagi umat.

Noor menuturkan, penyelenggaraan Baznas Awards 2025 dilakukan secara besar-besaran untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para penggerak zakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol. Tetapi sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan di berbagai daerah. “Ada lebih dari 900 penerima yang mendapatkan penghargaan,” ucapnya.

Dia menegaskan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kontribusi nyata, bukan karena faktor lain. Noor menolak anggapan bahwa Baznas memberikan penghargaan secara murah tanpa pertimbangan yang matang.

“Sekali lagi saya ulang, apakah BAZNAS menjual murah penghargaan ini? Sama sekali tidak, karena kontribusi Baznas daerah, perjuangan dari saudara-saudara semuanya itu patut dicatat dan dihargai,” tegasnya. (wan/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#baznas