GAMBIR – Pemprov DKI Jakarta memastikan aktivitas nelayan di Cilincing tetap dapat berjalan. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai pertemuan mengadakan rapat pembahasan terkait polemik tanggul bersama pihak perusahaan yang mendapat izin pembangunan tanggul dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memberikan izin.
''Sudah ada pertemuan antara Pemerintah DKI Jakarta, perusahaan yang mendapatkan izin untuk membangun Tanggul Laut itu dan juga Kementerian KKP. Disepakati bahwa aktivitas nelayan diberikan keleluasaan untuk tetap bisa dilakukan,'' terang Pramono, Minggu (14/9).
Namun, Pramono tidak menyampaikan ada tidaknya rencana pembongkaran tanggul tersebut. Dia hanya menyebutkan, perusahaan pengembang diminta memberikan kontribusi dalam bentuk program tanggung jawab sosial (CSR) bagi para nelayan setempat.
Langkah ini, lanjut Pramono, merupakan upaya membangun simbiosis mutualisme antara perusahaan, masyarakat nelayan, dan Pemprov DKI. ''Secara prinsip, simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan antara nelayan, perusahaan, dan juga tentunya Pemerintah DKI yang nanti di tempat itu akan menjadi pusat ekonomi baru di Jakarta,'' katanya.
Sebagai informasi, polemik pembangunan tanggul laut di pesisir Cilincing, Jakarta Utara ramai setelah sebuah video yang menyebutkan adanya pembangunan tanggul beton yang menganggu jalur melaut nelayan. Sebab, tanggul beton sepanjang 2–3 kilometer disebut-sebut memaksa nelayan memutar lebih jauh untuk ke laut. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa tanggul tersebut digunakan sebagai tempat sandar tongkang dan penampungan batu bara milik salah satu perusahaan di kawasan Marunda.
Namun, sebelumnya, Pemprov DKI juga membantah dengan tegas bahwa izin pembangunan tanggul itu bukan oleh Pemprov DKI. Selain itu, tanggul itu juga disebut-sebut bukan bagian dari bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut raksasa untuk mengatasi banjir rob ataupun penurunan muka tanah di pesisir Jakarta.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi