JawaPos.com – Uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan TB Simatupang dengan jalur gratis Tol Fatmawati 2 mulai pukul 17.00-20.00, berakhir pada Jumat (19/9). Dari hasil uji coba itu, Pemprov DKI menyebutkan, ratusan kendaraan melintasi jalur tol gratis tersebut dalam waktu yang ditentukan.
''Saya sudah melakukan rapat khusus dengan dinas perhubungan DKI, asisten pembangunan (Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Afan Adriansyah Idris). Mereka sudah memberikan data. Data terakhir, mobil yang masuk itu lebih dari 750 (unit per hari),'' terang Gubernur DKI Pramono Anung.
Dengan data yang diterimanya, Pramono menyebutkan, uji coba rekayasa itu memberikan dampak yang signifikan terhadap kemacetan horor yang sudah lama terjadi di Jalan TB Simatupang. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk memperpanjang kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut.
''Untuk itu, Hari Senin besok akan diputuskan. Tapi, saya sendiri sudah meminta untuk diputuskan sampai dengan akhir Oktober,'' terangnya.
Sebab, proyek strategis nasional (PSN) yang sedang dikerjakan di Jalan TB Simatupang, yang menjadi penyebab kemacetan di sana dijadwalkan rampung pada Oktober 2025. Mudah-mudahan, lanjutnya, dengan perpanjangan kebijakan tol gratis itu bisa membuat kemacetan di Jalan TB Simatupang bisa teratasi.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menyebutkan, untuk uji coba tol gratis itu, mereka hanya meminta disiapkan jalur bebas masuk Tol Fatmawati 2.
''Tidak ada biaya yang disiapkan Pemprov DKI. Kan secara langsung, kami hanya minta dari pengelola jalan tol menyiapkan satu lajur untuk langsung. Jadi tidak ada biaya tarifnya,'' terang Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo.
Syafrin juga menyebutkan, target mereka, dengan tol gratis pada jam tersebut, bisa memperbaiki kinerja lalu lintas di sana hingga 5 persen.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi