JawaPos.com – Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menorehkan sejarah baru: berhasil melahirkan seorang guru besar. Elisabeth Rukmini dikukuhkan sebagai guru besar bidang sains dasar Jumat (24/10).
Dalam kesempatan yang sama, Elisabeth sekaligus dilantik sebagai rektor UPJ periode 2025–2027. Presiden UPJ Frans Satyaki Sunito mengungkapkan, pengukuhan guru besar ini merupakan momen yang membanggakan bagi seluruh sivitas UPJ. Apalagi, Elisabeth Rukmini berasal dari internal UPJ. “Profesor Elisabeth Rukmini adalah guru besar pertama yang dilahirkan dari Universitas Pembangunan Jaya,” ujarnya dalam sambutannya di Aula 3 UPJ, Bintaro, Tangerang Selatan.
Dengan bertambahnya satu profesor ini, lanjut dia, UPJ kini memiliki tiga guru besar. Diharapkan bisa terlahir guru besar-guru besar lainnya untuk memperkuat jajaran dosen.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Lukman juga menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar serta pelantikan Elisabeth Rukmini sebagai rektor. Lukman mendorong agar para dosen dan lektor UPJ bisa segera mengikuti jejak tersebut.
“Ada 119 dosen, lektor kepala ada tiga di UPJ. Ayo kami mendorong agar segera mengajukan berkasnya. Sudah ada bibit-bibit calon guru besar dari UPJ ini sebenarnya,” paparnya.
Bahagia dan Terharu
Elisabeth mengaku terharu, sekaligus bahagia atas gelar barunya. Menurutnya, status guru besar ini bukan semata untuk dirinya, melainkan juga untuk UPJ dan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Ada tuntutan untuk berkarya lebih, ya, bagi komunitas dan memajukan perguruan tinggi,” tuturnya.
Dia pun berharap dengan pengukuhan ini akan semakin banyak perempuan berkarya, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Menurutnya, bidang ilmu ini penting dan harus diajarkan lebih dini dan mendalam pada anak-anak Indonesia.
Hal ini selaras dengan orasi ilmiah yang dia sampaikan dalam rangkaian pengukuhan sebagai guru besar yang bertajuk “Dari Sains Dasar Menuju Masa Depan: Menenun Makna, Meretas Kesenjangan.” (mia/ttg)
Editor : Arief Indra Dwisetyadi