Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Dikabarkan Hilang sejak 6 Maret, Alvaro Kini Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Amankan Ayah Tiri

Yogi Wahyu Priyono • Senin, 24 November 2025 | 21:54 WIB
Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam mendatangi kediaman kakek dan nenek korban di Ulujami, Jakarta Selatan.
Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam mendatangi kediaman kakek dan nenek korban di Ulujami, Jakarta Selatan.

JawaPos.com – Kabar duka menyelimuti wilayah Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, setelah Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah Alvaro ditemukan setelah menghilang selama delapan bulan.

’’Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam, Senin (24/11).

Pihak kepolisian telah mengamankan seorang terduga pelaku yang ternyata adalah ayah tiri dari Alvaro. ’’Tersangka sudah diamankan," imbuh AKP Seala, meskipun detail lebih lanjut mengenai identitas dan kronologi penangkapan belum dapat diungkapkan pada saat ini.

Alvaro dilaporkan hilang setelah meminta izin untuk melaksanakan salat Magrib di Masjid Al-Muflihun yang terletak dekat rumahnya. Keluarga mulai mencari keberadaan Alvaro setelah ia tidak kunjung pulang usai waktu salat. Setelah mencari informasi dari teman-temannya, diketahui bahwa Alvaro tidak bersama mereka saat salat. Keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Ciri-ciri terakhir Alvaro saat menghilang adalah mengenakan kaos hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Ia memiliki tubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak, dan terdapat lesung pipi.

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengonfirmasi penangkapan ayah tiri Alvaro terkait kasus ini. Pihak kepolisian juga telah menemukan kerangka manusia yang diduga merupakan jasad Alvaro. ’’Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," kata Kombespol Nicolas Ary Lilipaly.

Untuk memastikan identitas kerangka tersebut, polisi akan melakukan tes DNA dan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik. "Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan Labfor ya. Tunggu penyelidik dan penyidik bekerja dulu untuk memastikannya," jelas Kapolres.

Sementara, Tugimin, 71, kakek Alvaro, sebelumnya menduga bahwa cucunya diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya, berdasar informasi dari marbut Masjid Al-Muflihun. Ia mengungkapkan bahwa ayah tiri korban, yang diduga sebagai pelaku pembunuhan, telah meninggal dunia akibat bunuh diri di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Selatan.

’’Ya, pelakunya sendiri ternyata adalah ayah tirinya. Ayah tirinya dan bahkan sekarang sudah bunuh diri, meninggal, di Polres Jakarta Selatan,’’ ungkap Tugimin.
 
Kabar ini tentu menambah pilu keluarga Alvaro. Setelah delapan bulan mencari kejelasan, mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa orang yang diduga bertanggung jawab atas hilangnya nyawa cucu mereka telah meninggal dunia.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi bunuh diri tersebut. Namun, pernyataan dari kakek korban memberikan titik terang baru dalam kasus yang telah lama menjadi perhatian publik ini.  

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Seala Syah Alam