JawaPos.com - Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) 2025 Asosiasi Ma'had Aly Indonesia (Amali) di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur berjalan lancar. Munas yang ditutup 30 November malam itu memutuskan Kepala (Mudir) Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah Jakarta KH Nur Salikin sebagai Ketua Amali periode 2025-2030.
Usai penutupan acara, Kiai Nur Salikin mengatakan forum Munas kali ini melahirkan sejumlah rekomendasi penting. Khususnya bagi masa depan pendidikan Ma’had Aly.
“Salah satu rekomendasi Munas, para mudir berharap agar Direktorat Jenderal Pesantren ke depan memiliki struktur yang lebih ramping, efektif, dan tepat sasaran," kata Kiai yang akrab disapa Kang Nuris itu. Diantaranya adalah minimal ada jabatan eselon II yang secara khusus menangani Ma’had Aly.
Jabatan tersebut seharusnya diisi oleh oleh alumni pesantren. Terlebih pernah belajar di Ma'had Aly pesantren. Sehingga benar-benar memahami budaya pesantren. Untuk diketahui Ma'had Aly adalah jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pesantren salafiyah. Bukan lembaga perguruan tinggi formal seperti universitas, institut, atau sekolah tinggi.
Terpilihnya Kang Nuris sebagai ketua Amali untuk lima tahun ke depan di sambut positif para anggota. Pasalnya Kang Nuris tidak hanya punya catatan bagus di bidang akademik. Di luar ruang akademik, dia juga dikenal luas melalui aktivitas dakwahnya di media sosial. Dengan gaya yang santun, ringan, dan mudah diterima generasi muda.
Melalui rekam jejak akademik yang kuat, pengalaman kelembagaan yang luas, serta keterlibatan aktif dalam dakwah digital, kepemimpinan diharapkan membawa Amali memasuki fase baru. Khususnya membawa organisasi Amali menjadi lebih progresif dalam penguatan Ma’had Aly di seluruh Indonesia.
Kang Nuris dikenal sebagai figur muda dengan kapasitas akademik yang matang. Pendidikan formalnya ditempuh di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dilanjutkan mendalami fikih di Universitas Al-Ahgaff, Yaman. Setelah itu menyelesaikan studi magister serta doktoral di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Keilmuannya diperkaya melalui talaqqi di Darul Mustafa Tarim, Ribat Tarim, Darul Ghuroba’ dan berbagai pesantren besar di Indonesia. Jejak pengabdian Kang Nuris mencakup pengajaran persiapan mahasiswa Timur Tengah. Kemudian menjadi dosen Ma’had Aly, Bendahara AMALI, dan kini Mudir Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta.
Agenda Munas Amali itu dihadiri sejumlah tokoh pesantren. Di antaranya Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, para dzurriyyah Tebuireng KH. Irfan Yusuf, dan KH. Riza Yusuf. Kemudian Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Basnang Said.
Munas ke-III kali ini mengusung tema Rekognisi, Sinergi, dan Transformasi Peran AMALI dalam Penguatan Ekosistem Pendidikan Pesantren. Ketua Amali 2021–2025 KH. Nur Hannan menegaskan bahwa perjalanan Ma’had Aly bukan sekadar lembaga pendidikan. Melainkan jalan pengabdian dan amanat peradaban Islam Nusantara.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi