JawaPos.com - Untuk pertama kali dalam sejarah, Indonesia menggelar Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional untuk disabilitas netra. Dengan keterbatasan fisiknya, penghafal Alquran dari sejumlah negara sahabat bertanding di Jakarta.
Kegiatan MHQ Internasional untuk penyandang disabilitas netra itu dibuka secara resmi oleh Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin (3/12) malam. Total peserta ada 140 orang. Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian, 15 peserta dari 12 negara maju ke babak Grand Final di Jakarta.
Kamaruddin mengatakan, peserta MHQ disabilitas netra itu adalah teladan kemuliaan Islam. Yaitu memuliakan manusia dari esensi, bukan dari kondisi fisik.
“Saudara-saudara para peserta membuktikan kepada dunia bahwa pandangan batin (Bashirah) lebih mendalam daripada pandangan mata (Bashar)," katanya.
Menurut Kamaruddin, cahaya Alquran apabila bersemayam di dalam hati, akan mencukupi pemiliknya dari setiap kekurangan indra fisik. Dia menegaskan bahwa MHQ ini bukan hanya ajang kompetisi. Tetapi bagian dari mata rantai panjang tradisi memelihara Alquran selama lebih dari empat belas abad.
Mantan Dirjen Pendis Kemenag itu menuturkan, para peserta MHQ itu adalah pembawa amanah dan risalah Alquran. "Serta terlibat dalam kelanjutan perjalanan yang diberkahi untuk menjaga Kitabullah di bumi dan menjaganya tetap hidup di hati dan dada," ungkapnya.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menekankan penyelenggaraan MHQ Internasional pada 3 Desember bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional. "Sehingga memiliki makna khusus," jelasnya.
Inisiatif itu bermanfaat untuk membangun sinergi global. Khususnya dalam memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Alquran di tingkat dunia. sekaligus meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Dalam forum itu Kemenag menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Muslim World League atas kemitraannya. Dirjen Urusan Al-Iqrā’ Muslim World League Khalid bin Hasan Abdul Kafi menegaskan mereka menjadikan pelayanan terhadap Alquran sebagai inti misinya di seluruh dunia.
Ajang MHQ bagi disabilitas netra itu, bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Serta menonjolkan peran aktif para penghafal dalam menguasai Alquran. Khalid juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia untuk kemitraan strategis dalam penyelenggaraan ajang internasional ini.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi