JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama TNI dan sejumlah BUMN Karya tengah mempercepat pemulihan konektivitas pascabanjir bandang di Aceh dengan membangun dan memasang lima jembatan darurat tipe bailey.
Langkah cepat ini dimaksudkan untuk membuka kembali akses ke wilayah-wilayah yang terisolasi dan memulihkan alur distribusi logistik serta mobilitas warga.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan akses darat menjadi prioritas karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Atas arahan Bapak Presiden, seluruh sumber daya Kementerian PU bergerak maksimal untuk memastikan akses darat dapat segera pulih. Kami terus bekerja karena ini menyangkut mobilitas warga, distribusi bantuan, dan aktivitas pemulihan di lapangan,” ujarnya.
Kelima titik yang menjadi fokus penanganan adalah Jembatan Jeurata, Krueng Pelang, Titi Merah, Krueng Tingkeum, dan Krueng Beutong. Kelima jembatan tersebut berada pada koridor penghubung Pidie–Takengon hingga ruas nasional Banda Aceh–Medan, sehingga pemulihannya diharapkan segera menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi setempat.
Jembatan Jeurata di Kabupaten Aceh Tengah menjadi titik awal pemulihan karena berfungsi sebagai jalur utama penghubung Pidie dengan Takengon. Untuk lokasi ini, penanganan yang dilakukan berupa penimbunan oprit agar jembatan bisa segera difungsikan—bukan pemasangan Bailey—sehingga mobilisasi material dan alat berat dapat dilanjutkan ke lokasi lain.
Sementara itu, Jembatan Krueng Pelang (24 meter) dan Jembatan Titi Merah (48 meter) direncanakan dipasangi jembatan Bailey. Namun pemasangan kedua unit tersebut tertunda karena proses mobilisasi material dan alat berat harus melalui Jeurata terlebih dahulu. Kondisi geografis dan cuaca di Aceh disebut turut menjadi tantangan dalam pengerjaan.
Di jalur nasional Banda Aceh–Medan, Jembatan Krueng Tingkeum (63 meter) di kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, mendapat prioritas. Saat ini dilakukan pemancangan pilar baja dan penggeseran rangka Bailey. Sedangkan Jembatan Krueng Beutong (30 meter) pada ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram tengah dipasang rangka Bailey agar alat berat dapat mengakses ruas lain yang masih terputus, termasuk jalur Genting Gerbang–Celala–Takengon.
Seluruh pekerjaan jembatan darurat dilaksanakan secara sinergis antara Kementerian PU, personel TNI dari satuan Yonzipur, serta BUMN Karya seperti PT Adhi Karya. Jembatan Bailey yang dipasang memiliki kapasitas hingga 40 ton, diharapkan mampu menjadi solusi cepat untuk memulihkan arus barang dan layanan penting bagi masyarakat terdampak.