JawaPos.com - Penanganan pasca banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus dikebut. Diantaranya pembersihan lumpur di pemukiman oleh personel Manggala Agni di bawah naungan Kemenhut. Pemerintah juga bakal rekonstruksi kawasan hutan, supaya bencana serupa tidak terulang.
Pengerahan personel Manggala Agni untuk penanganan pasca bencana itu, di bawah komando Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera Kemenhut. Kepala Balai Dalkarhut Sumatera Ferdian mengatakan Kemenhut berkomitmen melakukan langkah korektif pascabencana. Diantaranya melalui rekonstruksi kawasan hutan yang berpotensi bencana serta rehabilitasi wilayah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Upaya rekonstruksi kawasan itu nantinya dijalankan sesuai tugas dan kewenangannya. Dia mengatakan Kemenhut akan memfokuskan upaya pada penghijauan lahan kritis. Selain itu penindakan tegas terhadap perusakan hutan terus dilaksanakan. Tujuannya untuk memulihkan fungsi ekologis dan menekan risiko bencana serupa di masa mendatang.
"Kemenhut memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana," kata Ferdian dalam keterangannya (20/12). Dia menegaskan Kemenhut juga menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Lebih lanjut Ferdian mengatakan Kemenhut terus melanjutkan Operasi Perbantuan Pascabencana hingga hari ke-18 di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Melalui pengerahan personel Manggala Agni Balai Dalkarhut Sumatera, mereka fokus pada pembersihan fasilitas umum dan rumah warga. Serta dukungan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
Diantaranya lewat aksi Rimbawan Peduli di Sumut dan Sumbar. Kegiatan ini meliputi layanan medis bagi personel Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Manggala Agni di Besitang. Serta pelayanan kesehatan dan bantuan logistik sembako bagi masyarakat di Kabupaten Agam. Selain itu, Kemenhut menyalurkan bantuan pipanisasi dan toren air untuk memulihkan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.
Untuk di Provinsi Aceh, Kemenhut melalui BKSDA Aceh memobilisasi bantuan logistik ke Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Kemudian upaya pemenuhan kebutuhan air bersih juga terus dikejar. Khusus di Aceh Tamiang, realisasi pembangunan sumur bor telah mencapai 4 dari target 10 unit.
Sementara di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pemenuhan air bersih telah terealisasi di 4 dari 16 nagari. Meski menghadapi kendala medan yang berat, tim di lapangan tetap berkomitmen menuntaskan target ini guna menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi