Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

PT Karabha Digdaya Bangun Kawasan Tapos dengan Pendekatan Inklusif dan Pemberdayaan UMKM

Febry Ferdian • Selasa, 23 Desember 2025 | 14:09 WIB
TUMBUH BERSAMA: PT Karabha Digdaya terlibat aktif dalam pemberdayaan UMKM lokal.
TUMBUH BERSAMA: PT Karabha Digdaya terlibat aktif dalam pemberdayaan UMKM lokal.

JawaPos.com - PT Karabha Digdaya menegaskan komitmennya membangun kawasan Tapos tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem pembangunan. Pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan kawasan memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

​Corporate Secretary PT Karabha Digdaya, Priambodo mengatakan, filosofi pembangunan perusahaan berangkat dari keyakinan bahwa kemajuan kawasan harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat sekitar.

​“Filosofi kami adalah membangun kawasan secara inklusif, di mana masyarakat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan dan turut merasakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Priambodo.Dia menambahkan, prinsip tersebut sejalan dengan arahan pemegang saham perusahaan.

TUMBUH BERSAMA: PT Karabha Digdaya terlibat aktif dalam pemberdayaan UMKM lokal.
TUMBUH BERSAMA: PT Karabha Digdaya terlibat aktif dalam pemberdayaan UMKM lokal.

Menurut Priambodo, pendekatan pembangunan berbasis dampak sosial dipilih untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keharmonisan sosial, dan kelestarian lingkungan.

​“Dengan mengedepankan dampak sosial, perusahaan ingin memastikan pembangunan kawasan tidak menimbulkan kesenjangan, melainkan memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.

​Dia menuturkan, konsep menjadikan warga sebagai bagian dari pembangunan telah diterapkan sejak awal pengembangan kawasan Tapos dan terus diperkuat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

​Dalam pengembangan kawasan, PT Karabha Digdaya juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan UMKM lokal. Perusahaan melihat UMKM sebagai potensi ekonomi yang besar, meskipun masih memerlukan penguatan di berbagai aspek.

​“Kami melihat UMKM adalah pasar potensial yang sangat menjanjikan. Namun banyak hal juga dari UMKM yang menurut kami harus dikembangkan terlebih dahulu mulai dari rasa, kemasan, dan bahkan cara memasarkan produknya,” kata Priambodo.

​Terkait keterlibatan UMKM, ia menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan proses kurasi sebelum UMKM dilibatkan sebagai mitra. “Mereka yang terpilih bisa memasok aneka kebutuhan perusahaan seperti katering, makanan siap saji atau oleh-oleh hingga produk kreatif. Namun keterlibatannya masih pada taraf dukungan di acara-acara tertentu saja,” ujarnya.

​Priambodo menyebutkan, UMKM binaan diprioritaskan berasal dari wilayah sekitar kawasan, memiliki komitmen untuk berkembang, relevan dengan kebutuhan kawasan, memenuhi legalitas dasar usaha, serta bersedia mengikuti proses pendampingan. Pendampingan tersebut meliputi berbagai aspek penguatan usaha.

“Pendampingan mencakup pelatihan manajemen usaha, penguatan branding dan kemasan produk, pemasaran digital, fasilitasi akses pasar, serta pendampingan sertifikasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” jelasnya.

​Dia menambahkan, indikator keberhasilan program UMKM diukur dari peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar, dan kenaikan omzet.

“Sejumlah UMKM binaan telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Ada yang sudah menembus pasar ekspor ke Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Arab Saudi. Ada pula yang sudah berhasil menjual di gerai perbelanjaan nasional yang memiliki banyak cabang di Jabodetabek,” ungkap Priambodo.

​Meski demikian, perusahaan mengakui masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem kawasan.

“Tantangan utama adalah kesenjangan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, dan adaptasi terhadap standar operasional kawasan. Tantangan ini diatasi melalui pendampingan berkelanjutan dan peningkatan kompetensi secara bertahap,” katanya.

​Sebagai bagian dari penguatan interaksi sosial dan ekonomi masyarakat, PT Karabha Digdaya juga menghadirkan CGE Avenue sebagai ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi kreatif. Pengelolaan ruang publik tersebut melibatkan warga secara aktif dan dirancang agar bersifat inklusif.

​“Warga dilibatkan melalui partisipasi langsung dalam kegiatan komunitas, pemanfaatan ruang, serta dialog berkelanjutan terkait pengelolaan dan pengembangan aktivitas di ruang publik,” ujarnya.

​Sejak program berjalan, perubahan positif mulai dirasakan. “Terjadi peningkatan aktivitas ekonomi lokal, tumbuhnya rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan, serta hubungan yang lebih kolaboratif antara perusahaan dan warga,” kata Priambodo.

​Ke depan, PT Karabha Digdaya akan memfokuskan pengembangan kawasan Tapos pada penguatan kawasan terpadu yang berkelanjutan.

“Fokus pengembangan meliputi penguatan kawasan terpadu yang berkelanjutan, peningkatan kualitas fasilitas, pengembangan ruang publik, serta penguatan ekonomi lokal,” tuturnya.

​Priambodo berharap masyarakat dapat terus menjadi mitra aktif perusahaan dalam pembangunan kawasan. Dengan begitu, perusahaan dan masyarakat bisa tumbuh bersama serta memberi kontribusi dalam menciptakan kawasan yang inklusif dan berdaya saing. (bry/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#PT Karabha Digdaya