Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Kisah Cheriatna, Anak Petani Tanaman Hias di Pinggiran Jakarta Selatan yang Berhasil Bangun Industri Wisata Halal Global

Hilmi Setiawan • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:07 WIB
Cheriatna Founder Cheria Holiday bersama keluarganya berhasil membangun industri wisata halal global. (Dok. Cheria Holiday)
Cheriatna Founder Cheria Holiday bersama keluarganya berhasil membangun industri wisata halal global. (Dok. Cheria Holiday)

JawaPos.com – Saat ini industri halal sedang jadi primadona. Tidak hanya di sektor kuliner, tetapi juga wisatanya. Cheriatna, founder Cheria Holiday berhasil masuk ke ekosistem industri wisata halal global. Berangkat dari latar belakang ayahnya, seorang petani tanaman hias di pinggiran Jakarta Selatan (Jaksel).

Selain berangkat dari keluarga yang sederhana, Cheriatna juga tidak mempunyai rekam jejak pendidikan yang mentereng. Pendidikan terakhirnya jenjang SMA. Bapak sebelas anak itu mengatakan keyakinan jauh lebih penting ketimbang ijazah. ’’Ijazah hanyalah kertas. Tetapi keyakinan adalah kompas,’’ kata Cheriatna dalam keterangannya (5/1).

Dia menceritakan sempat mendapatkan cibiran dari banyak orang karena hanya lulusan SMA. Seperti diketahui hidup di Jakarta, dengan ijazah SMA tentu dianggap remeh. Karena umumnya mendambakan lulusan Sarjana (S1).

Dia berkeyakinan bahwa Tuhan tidak melihat seseorang dari sejarah keluarga dan rekam jejak pendidikannya saja. Tetapi seberapa kuat bertahan dan berusaha untuk mencapai tujuan.

Dia juga meyakini bahwa matematika Tuhan berbeda dengan matematika manusia. Cheriatna mengatakan dengan bekal ijazah SMA saja, secara logika tidak akan sanggup menafkahi istri dan sebelas anak. Dia tetap berkeyakinan bahwa anak itu bukan beban. Sebaliknya dia bersama sang istri, Farida Ningsih, menjadikan anak-anak sebagai bahan bakar semangat.

Cheriatna lantas menceritakan perjalanannya membangun bisnis travel wisata. Dia mengungkapkan perjalanan membangun bisnis travel wisata tidak mudah.

’’Saya merasakan jatuh bangun, kerugian, sampai strategi yang buntu,’’ jelasnya. Di tengah badai bisnis yang dia rasakan, Cheriatna tetap bertekad tidak boleh mengorbankan keluarga.

Dia juga punya pegangan teguh faslafah Sunda, yaitu silih asih, silih asah, silih asuh. Berkat perjuangan dan doa, Cheriatna bisa membawa bisnis yang ia bangun masuk dalam ekosistem wisata halal global. Dia juga bersyukur bisa membawa istri dan anak-anaknya berkeliling dunia. Merasakan dinginnya salju, menikmati gedung-gedung pencakar langit di AS, dan lainnya.

Setiap kali berkeliling dunia, Cheriatna menanamkan kurikulum sekolah dunia kepada anak-anaknya. Sekaligus membuktikan kebesaran Tuhan kepada anak-anaknya secara langsung. Dia menekankan latar belakang atau asal-usul seseorang bukan patokan untuk jadi sukses. 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Cheria Holiday