"Koordinasi ideal dilakukan melalui patroli terpadu berkelanjutan antara Satpol PP DKI Jakarta dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan pembagian peran yang jelas," ucap Wibi, Selasa (6/1).
Rencana kawasan prioritas keamanan terpadu di Manggarai akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung keamanan. Di antaranya adalah pos pengamanan yang beroperasi selama 24 jam non-stop, serta sistem CCTV yang terintegrasi dengan command center. Dengan demikian, proses pemantauan situasi dan penindakan terhadap pelanggaran dapat dilakukan dengan kecepatan tinggi dan berdasarkan data yang akurat.
Baca Juga: Krisis Sampah Terjadi di PIK Penggilingan, Wali Kota Jaktim Siap Pindahkan TPS
Selain upaya pengamanan fisik, Wibi juga menekankan pentingnya melakukan intervensi sosial yang serius dan menyeluruh. Langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi pemetaan aktor inti yang terlibat dalam tawuran, pembinaan pemuda secara berbasis wilayah, hingga melibatkan tokoh masyarakat dan keluarga pelaku. Semua upaya ini akan dilakukan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Prinsipnya jelas, tidak ada kompromi bagi pelaku dan tidak boleh lagi ada penanganan yang bersifat sementara," tandas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut.