Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Menakar Mutu Fundraising Nasional, IFA 2025 Kembali Digelar

Febry Ferdian • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:50 WIB
Penilaian lembaga fundraising: Sidang Pleno penjurian Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 digelar di Hotel Savero Depok.
Penilaian lembaga fundraising: Sidang Pleno penjurian Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 digelar di Hotel Savero Depok.
 
 

JawaPos.com - Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 memasuki tahapan akhir dengan menggelar Sidang Pleno Dewan Juri di Hotel Savero Depok, Selasa (6/1). Sidang ini menjadi forum penentuan pemenang setelah rangkaian seleksi administrasi, evaluasi berkas, dan penilaian mendalam terhadap praktik fundraising peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

IFA merupakan ajang apresiasi nasional bagi lembaga, individu, dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mengembangkan praktik fundraising yang beretika, transparan, inovatif, dan berdampak sosial berkelanjutan. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI) sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap gerakan filantropi nasional.

Direktur IFI sekaligus anggota Dewan Juri IFA 2025, Sri Sugiyanti, menegaskan bahwa IFA tidak hanya berorientasi pada kompetisi capaian dana.

“IFA kami hadirkan sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bersama, agar praktik fundraising di Indonesia terus tumbuh secara sehat, beretika, dan berorientasi pada dampak jangka panjang, bukan hanya capaian angka,” ujarnya.

Ketua Dewan Juri IFA 2025, Rini Supri Hartanti, menjelaskan, penilaian dilakukan secara objektif dan menyeluruh, tidak semata-mata melihat besaran penghimpunan dana.

“Penilaian IFA tidak hanya melihat besaran penghimpunan dana, tetapi juga menilai inovasi, transparansi, etika, dampak sosial, serta kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem fundraising nasional. Sidang pleno menjadi ruang untuk memastikan setiap penghargaan benar-benar layak dan kredibel,” jelasnya.

Salah satu Dewan Juri IFA, Urip Budiarto, memaparkan, IFI telah mendampingi ekosistem fundraising nasional sejak berdiri pada 2012. Selama hampir 13 tahun, IFI berperan dalam penguatan kapasitas lembaga filantropi, khususnya filantropi Islam, melalui pendampingan dan standardisasi praktik fundraising.

“Prosesnya itu sudah dibuka dari bulan November untuk memberikan data-data sesuai dengan kategori yang kita informasikan. Misalkan audit keuangan tiga tahun terakhir, kemudian dari sisi data pertumbuhan, hingga bagaimana cara mereka melakukan fundraising,” ujarnya.

Urip juga mengungkapkan dinamika pertumbuhan lembaga fundraising dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, tantangan ekonomi turut memengaruhi kinerja sebagian lembaga, meski tidak bersifat menyeluruh.

“Harus diakui, tidak semua, tapi memang sebagian besar itu mengalami tantangan pertumbuhan di 2024 ke 2025 seiring dengan tantangan ekonomi kita di dua tahun terakhir. Tapi secara umum itu tidak berlaku general, ada juga yang bertumbuh,” katanya.

Dia menambahkan, kemampuan lembaga dalam mengelola tantangan menjadi indikator penting dalam penilaian.

“Kalaupun tidak bertumbuh, tapi tetap bisa mempertahankan kinerja serupa di tahun lalu, itu juga menjadi pertimbangan yang penting,” ujarnya.

IFA 2025 mengusung tema Flourishing Future, menekankan pentingnya praktik fundraising yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang. Hasil akhir penjurian akan diumumkan pada Malam Puncak Indonesia Fundraising Award yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2026, sekaligus menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi ekosistem filantropi Indonesia.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#IFA