Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

Selain OMC, Gubernur Pramono Gencarkan Pengerukan Antisipasi Ancaman Cuaca Ekstrem

Masria Pane • Selasa, 27 Januari 2026 | 13:49 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung meninjau pengerukan Kali Sepak di Jakarta Barat
Gubernur DKI Pramono Anung meninjau pengerukan Kali Sepak di Jakarta Barat
 

JawaPos.com - Pemprov DKI masih terus melakukan pengerukan kali dan sungai untuk mengatasi ancaman banjir. Terlebih, cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

''Karena dari data BMKG ada kemungkinan besok (27/1) itu curah hujannya tinggi. Sehingga dengan demikian kami tetap melakukan penggalian,'' ujar Gubernur DKI Pramono Anung saat meninjau proses pengerukan Kali Sepak Kembangan/Uwungan di segmen Kompleks BTN, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1).
 
Untuk pengerukan itu, ada sekitar 200 eskavator yang diturunkan ke lima wilayah kota. Dengan langkah preventif itu, Pramono berharap bisa mengurangi dampak banjir yang akan terjadi di Jakarta karena cuaca ekstrem tersebut.

Namun begitu, Pramono tidak menampik bahwa pengerukan itu tidak cukup mengatasi dampak curah hujan tinggi. Utamanya, jika curah hujannya lebih dari 200 milimeter per hari. Sebab, kemampuan rata-rata drainase dan kali di Jakarta hanya mampu untuk menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.

''Persoalannya adalah karena catchment (area tangkapan air, Red)-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya nggak ada tambahan sedimen, itu cuma mampu di Jakarta ini menampung untuk curah hujan 150 milimeter per hari,'' tambahanya.

Kondisi itulah yang menyebabkan ketika curah hujan tinggi pada 12, 18, dan 22 Januari 2026 lalu, banyak wilayah yang terdampak banjir. Namun begitu, Pramono menyebutkan jajarannya masih akan terus menerus melakukan pengerukan di kali-kali maupun sungai yang ada di Jakarta.

Lebih lanjut, untuk ancaman cuaca ekstrem besok, Pramono juga menyebutkan sudah memerintahkan jajarannya untuk kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Tujuannya, untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi karena cuaca ekstrem tersebut. 

''Yang namanya Jakarta, kalau curah hujannya di atas 200 milimeter per hari, pasti harus ada penanganan banjir,'' tambahnya.

Saat ditanyakan daerah resapan air yang minim karena tata kota yang kurang, Pramono tidak menampiknya. Dia juga menyebutkan, akan sulit merubah tata kota yang ada saat ini. Oleh karena itu, sebagai antisipasi, dia mengajak warga untuk tidak memperparah dengan membuang sampah sembarangan.

''Di Jakarta ini kan tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu untuk dirubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah given. Termasuk di tempat ini. Nah yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruang yang sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan,'' katanya.

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#pramono anung #pemprov dki