Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Kebut Tangani Bencana Sumatera, Menteri PU: Saya Tak Ingin Presiden Menangis karena Melihat Rakyat Susah  

Ilham Dwi Ridlo Wancoko • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:53 WIB

KERJA KERAS: Menteri PU Dody Hanggodo ingin dampak bencana Sumatera segera tertangani agar tak ada rakyat yang menderita.
KERJA KERAS: Menteri PU Dody Hanggodo ingin dampak bencana Sumatera segera tertangani agar tak ada rakyat yang menderita.
 

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kini sedang sibuk berkeliling Sumatera. Dia memantau penanganan dampak banjir bandang. Di sela kesibukan, dia bersedia diwawancarai secara khusus oleh Jawa Pos. Berikut petikan wawancaranya.

Bapak kan sudah satu tahun lebih jadi menteri, apa yang bapak rasakan setahun lebih ini?

Senang sih, bahagia sih. Beda suasana lah, beda tim kerja. Menurut saya menyenangkan. Paling tidak apa yang saya kerjakan hari ini bermanfaat bagi masyarakat

Apa yang menjadi hambatan dalam menjalankan tugas?

Hampir gak ada, paling masalah koordinasi. Itu hebatnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita dikumpulin di Magelang, itu amat sangat membantu. Sekarang itu, saya dengan mudah menelepon kementerian/lembaga lain, dengan siapapun, dengan mudah, saya bisa telepon Panglima TNI kapanpun.

Ada pengalaman khusus mengenai koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain?

Ya. Misalnya, saya masih ingat saat bencana pertama kali terjadi. Saya sengaja tidak bersama Presiden Prabowo, saat di Bandara Pinang Sori Sibolga, yang dikelola oleh TNI-AU karena jadi basis pengiriman bantuan. Saya turun pesawat, hilang semua, gak ada sinyal, gak apa-apa, solar gak ada, solar hanya untuk satu hari. Saya lalu minta hotspot kepala bandara, saya telepon Dirut Pertamina. Semua kendala selesai.

Ada pendapat di media sosial menyebutkan, Menteri PU agak lamban bekerja terkait bencana Sumatera?

Saya anggap masukan seperti itu wajar. Maunya kita kalau ada bencana, satu detik kemudian beres semua. Kalau ada teman-teman terkena bencana dan berasumsi seperti itu, saya hanya minta maaf. Tapi tahulah, bencana seluas itu yang harus ditangani, ada 52 kabupaten yang terkena bencana.

Apa filosofi Bapak dalam bekerja?

Filosofi bekerja, kalau bencana, bagaimana masyarakat terdampak itu bisa pulih kembali. Kalau Pak Presiden Prabowo itu, kalau rakyatnya kesusahan, dia itu nangis. Jadi tugas saya, salah satu sebagai pembantu beliau, harus membuat bos saya tersenyum, nggak boleh nangis, tugas, gimana caranya. Kalau saya tidak bisa jaga dan beliau tetap nangis, yang bodoh saya, bukan bos saya. Jadi nggak perlu diperintah, nggak perlu.

Saya sudah lihat sendiri bagaimana beliau menangis saat melihat rakyatnya susah. Pak Presiden buat Satgas untuk bangun jembatan sehingga anak-anak pergi sekolah tidak menyeberang sungai, ibu-ibu hamil nggak bisa melahirkan karena menyeberang sungai. Segitunya Pak Presiden.

Belakangan ini ada isu reshuffle, apakah bapak terpengaruh?

Kan saya sudah bilang, saya ini salah satu pembantu beliau, terserah beliau saja. Itu hak beliau, mau gak, mau reshuffle, monggo aja. (idr/oni)

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#Menteri Pekerjaan Umum #PU #Dody Hanggodo