Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

UPH Tegaskan Peran Keluarga untuk Persatuan Bangsa

Almushowir • Kamis, 5 Februari 2026 | 18:27 WIB

 

Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah Seminar Nasional 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025. (FOTO: DOK. UPH)
Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah Seminar Nasional 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025. (FOTO: DOK. UPH)

JawaPos.com - Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi tuan rumah Seminar Nasional 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025. Kegiatan yang digelar di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, ini menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pembentukan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial dan pergeseran nilai di Indonesia.

Rangkaian Natal Nasional 2025, dengan tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan KeluargaMatius 1:21–24, telah diselenggarakan sejak Desember 2025 di sembilan kota, yakni jakarta, Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, dan Merauke. Kegiatan tidak hanya bersifat reflektif, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aksi sosial seperti bakti sosial, bantuan korban bencana, pemberian beasiswa, renovasi gereja, hingga penyediaan ambulans.

Seminar di UPH dihadiri lebih dari 2.000 peserta secara luring, serta diikuti secara daring melalui siaran langsung YouTube yang menjangkau Kampus UPH di Medan dan Surabaya. Peserta berasal dari civitas academica UPH, siswa dan guru Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria dan Curug, Sekolah Dian Harapan (SDH) Lippo Village, keluarga besar Lippo Group, media, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Rektor UPH Dr (Hon.) Jonathan L. Parapak M.Eng.Sc menegaskan bahwa keluarga adalah ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan iman. “Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagibangsa,” ujarnya

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Siraitmemaparkan berbagai inisiatif nyata sepanjang rangkaian acara. Ia menyebut program-program sosial seperti pembagian paketpendidikan, renovasi gereja, penyaluran paket sembako, pembangunan jembatan di Papua, distribusi Alkitab, dan bantuan korban bencana

Sebagai simbol aksi nyata, acara di UPH juga menampilkanpenyerahan lima unit ambulans yang disponsori penuh oleh PT Astra International Tbk. Ambulans diserahkan secara simbolis kepada lima lembaga lintas agama, yakni Masjid Istiqlal, Pos Pelayanan HKBP Perum Green Cikarang, Keuskupan Bogor, Yayasan Graha Yadnya, dan Yayasan Jejak Pedulisehinggatotal bantuan ambulans oleh panitia mencapai 35 unit. 

 Baca Juga: Menuju Kota Sinema Dunia, Jakarta Gandeng Pelajar Dan Mahasiswa Melalui JYFF 2026

Seminar menampilkan dua narasumber kunci, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D dan Dr. (H.C.) James T. Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Keduanya menyoroti peran strategis keluarga, iman, dan pendidikan sebagai pilar pembentukan manusia Indonesia yang utuh danperekat persatuan bangsa.

Prof. Brian menekankan pentingnya pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, termasuk penguasaan teknologi dan pengelolaan pendidik sebagai kunci pembentukan SDM. “Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” jelasnya.

Dr. James berbagi refleksi pribadi tentang arti kemenangan hati keluarga dibanding pencapaian dan reputasi. Ia mengajak peserta untuk memulai perubahan dari pembaruan diri dan tanggung jawab, seraya menegaskan bahwa bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. “Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” ujarnya.

Koordinator Seminar Nasional 2026, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D., menegaskan alasan memilih kampus sebagai lokasi diskusi. Perguruan tinggi dianggap sebagai ruang strategis untuk mengembalikan dan meneguhkan nilai-nilai keluarga kepada generasi muda. Dari kampus, menurutnya, pendidikan yang dimulai dari rumah akan diperkuat sehingga membentuk fondasi keluarga Indonesia ke depan.

Seminar Nasional 2026 menutup agenda dengan sesi pujian dan refleksi syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan, termasuk renungan Dr. James yang mengaitkan kisahInjil Lukas tentang seorang lumpuh dengan misi pengampunan dan pemulihan manusia melalui pendidikan. Acara ini sekaligus menegaskan komitmen UPH dalam membentuk pemimpin yang berkualitas, takut akan Tuhan, dan berdampak bagi bangsa. (als/wir)

 

Editor : Arief Indra Dwisetyadi
#UPH