JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta melaksanakan kerja bakti masal Jaga Jakarta Bersih secara serentak di seluruh wilayah ibu kota, Minggu (8/2). Kegiatan gotong royong itu melibatkan lebih dari 171 ribu orang dan dipusatkan di sejumlah titik rawan, salah satunya di Pintu Air Cipinang Melayu, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla turun langsung mengikuti kerja bakti di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tersebut. Program Jaga Jakarta Bersih menjadi upaya kolaboratif lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus sebagai langkah pencegahan banjir di tengah tingginya curah hujan.
’’Hari ini kita bersama-sama mengikuti kerja bakti gotong royong yang dicanangkan secara serentak di seluruh Jakarta. Kegiatan ini kita sebut Jaga Jakarta Bersih. Salah satu inisiatornya adalah PMI, khususnya PMI Pusat yang dipimpin Pak Jusuf Kalla,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, total peserta kerja bakti mencapai 171 ribu orang itu tidak hanya berasal dari jajaran Pemprov DKI dan PMI, tetapi juga unsur Forkopimda dalam hal ini kepolisian. ’’Ini (kegiatan) juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan presiden ketika rakornas kemarin,’’ imbuhnya.
Pramono menegaskan, kegiatan semacam ini tidak bersifat seremonial. Pemprov DKI akan menjadikannya agenda rutin untuk memperkuat budaya gotong royong warga untuk membuat Jakarta lebih nyaman dan bersih.
Dia juga mengacu sempat bercanda dengan Jusuf Kalla untuk ikut masuk gorong-gorong membersihkan saluran. ‘’Sekali-sekali gubernur masuk gorong-gorong, saya mau aja pak, tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong,’’ kata Pramono.
Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan bahwa kegiatan itu juga bagian upaya Pemprov DKI untuk mencegah banjir. Namun, seiring hal itu Pramono menyebutkan langkah operasi modifikasi cuaca (OMC) masih terus dilakukan jika diperlukan. Utamanya, saat ada informasi dari BMKG terkait cuaca ekstrem di Jakarta.
‘’BMKG menyampaikan untuk fase awal (cuaca ekstrem) itu sampai dengan hari ini. Maka kenapa kemudian curah hujan termasuk masih cukup tinggi dan kami sedang menunggu untuk proyeksi berikutnya sampai dengan Imlek, Tahun Baru Cina. Tetapi intinya, Jakarta kalau memang diperlukan modifikasi cuaca, kami akan lakukan,’’ terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla juga menyebutkan, kebersihan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga. Menurut dia, banjir terjadi karena saluran air tidak berfungsi optimal akibat tersumbat sampah.
’’Banjir itu terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Jalan keluarnya ada di sungai, gorong-gorong, dan selokan. Itu yang harus dibersihkan,’’ kata Jusuf Kalla. Dia mendorong setiap warga membersihkan selokan di depan rumah masing-masing. ’’Satu jam seminggu sudah cukup. Kalau semua bergerak, Jakarta akan jauh dari banjir,” tambahnya.
Editor : Arief Indra Dwisetyadi