JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI memprediksi kebutuhan pangan saat Ramadan dan Idul Fitri akan meningkat. Mulai dari beras, daging, telur, hingga komoditas holtikultura. Dia memisalkan untuk komoditas beras, kebutuhan pada Februari itu sekitar 67.735 ton. Kebutuhan itu diprediksi meningkat menjadi 72.573 ton pada Maret 2026.
‘’Jadi kurang lebih nanti ada kenaikan delapan persen,’’ terang Kepala Dinas KPKP DKI Hasudungan A Sidabalok.
Selain beras, komoditas lainnya juga kebutuhannya meningkat pada Maret nanti. Di antaranya, bawang merah meningkat 10,67 persen, daging ayam 10,77 persen, minyak goreng 9,67 persen, hingga telur ayam 17,20 persen. Untuk semua peningkatan kebutuhan itu, Pemprov DKI bersama BUMD pangan sudah menyiapkan stok yang memadai.
Dia menyatakan, stok yang tersedia disebut jauh melampaui kebutuhan bulanan masyarakat. "Ketersediaan beras pada Maret diperkirakan masih dalam kondisi cukup, bahkan melampaui kebutuhan bulanan, kurang lebih 136.680 ton. Jadi secara umum untuk komoditas strategis masih aman," jelasnya.
Demikian juga untuk komoditas lainnya, meski diakuinya untuk holtikultura seperti cabai dan bawang perlu mendapat perhatian khusus karena rentan rusak. ‘’Perlu perhatian karena tidak bisa disimpan lama dan produknya mudah rusak. Tapi saat ini stoknya cukup, dan harganya juga sedang menurun cukup signifikan,’’ kata Hasudungan.
Sementara itu, Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Dodot Tri Widodo menuturkan, hari besar keagamaan nasional (HBKN) selalu diikuti kenaikan konsumsi, terutama pada komoditas tertentu. Di antaranya, beras, telur, minyak goreng, tepung terigu dan sebagainya.
"Kalau beras kenaikannya tidak terlalu banyak, kurang lebih sekitar delapan persen, sedangkan telur ayam sekitar 7-17 persen, jadi memang konsumsinya naik," kata Dodot.
Dodot menambahkan, untuk mengamankan pasokan, Food Station memperluas kerja sama lintas daerah dengan dua pola. Pertama standby buyer atau membeli gabah dari daerah penghasil, dan on farming atau membiayai petani untuk menanam padi.
"Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali," ujar Dodot. Berdasarkan data yang dimilikinya, stok beras yang dimiliki Food Station saat ini mencapai 80.000 ton dan jumlah itu masih akan bertambah dengan prognosa kebutuhan rumah tangga periode Februari-Maret sebesar 151.023 ton.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan juga menuturkan, selain menjaga stok pangan mereka juga menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan pasar murah tahun ini ditingkatkan hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Jika pada 2025 kegiatan pasar murah digelar sekitar 250 kali, tahun ini mendekati 500 kali.
‘’Bazaar murah akan kami gelar sepanjang Februari ini di seluruh kelurahan Jakarta Timur dan 116 gerai Pasar Jaya,’’ katanya. Selain itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadan, bersinergi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya.
Editor : Bintang Pradewo