JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menjaga kehidupan toleransi dan ketertiban di ibu kota menjelang Ramadan. Dia berharap suasana kerukunan antarumat beragama di Jakarta semakin baik.
“Mudah-mudahan kehidupan toleransi di Jakarta menjadi jauh lebih baik,” ujar Pramono.
Menjelang bulan suci, Pramono mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan penuh kedamaian. Untuk itu, dia secara tegas tidak mengizinkan adanya sweeping oleh organisasi kemasyarakatan terhadap rumah makan atau tempat usaha lainnya.
“Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,” tegasnya.
Untuk meningkatkan toleransi, pada Februari ini, Jakarta akan merayakan beberapa perayaan keagamaan. Setelah perayaan Imlek pada 13–17 Februari 2026, wajah Jakarta akan berubah menyambut Ramadan dan Idul Fitri mulai 18 Februari 2026. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Pemprov DKI akan mempersiapkan momentum tersebut dengan matang.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyinggung rencana penguatan kegiatan keagamaan dan budaya Betawi, seperti penyelenggaraan haul ulama besar Betawi serta menghidupkan kembali Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dari tingkat bawah agar memberi ruang partisipasi lebih luas.
Selain sweeping, Pramono juga menyoroti kegiatan Sahur on the Road (SOTR) yang kerap berujung tawuran. Ia menegaskan akan melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan keributan.
“Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan,” katanya.
Editor : Bintang Pradewo