Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan

UMJ Hadirkan Talkshow Lingkungan, Soroti Kualitas Udara dan Pembakaran Sampah

Yogi Wahyu Priyono • Jumat, 5 Juni 2026 | 15:49 WIB
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menghadirkan talkshow bertema lingkungan dalam perspektif Islam pada kegiatan MemBumi yang digelar di Taman Green Park UMJ, Jumat (05/06/2026). (Istimewa)
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menghadirkan talkshow bertema lingkungan dalam perspektif Islam pada kegiatan MemBumi yang digelar di Taman Green Park UMJ, Jumat (05/06/2026). (Istimewa)

JawaPos.com - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menghadirkan talkshow bertema lingkungan dalam perspektif Islam pada kegiatan MemBumi yang digelar di Taman Green Park UMJ, Jumat (05/06/2026). Talkshow menghadirkan Dekan Fakultas Pertanian UMJ, Sularno, dan Head of Program NGO Bicara Udara, Primadita Rahma Ekida, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Sularno membahas tema Kesehatan Lingkungan dan Masa Depan Kampus Berkelanjutan. Ia menilai bahwa saat ini terjadi pergeseran pemahaman masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, penghijauan dan keberadaan tanaman masih sering dianggap hal yang sepele, padahal dampak kelalaian tersebut sangat besar terhadap kualitas lingkungan dan udara yang dirasakan saat ini.

“Generasi berikutnya memiliki tugas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan lingkungan dan penanaman pohon,” ujarnya.

Baca Juga: Jangan Keburu Dibuang! Yuk Kurangi Food Waste Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

Sularno menjelaskan bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada sektor pertanian dan keberadaan tumbuhan. Ia menyebut sekitar 95 persen kehidupan manusia bergantung pada hasil pertanian sehingga kepedulian terhadap tanaman dan pohon harus menjadi perhatian bersama.

Lebih lanjut, Sularno menjelaskan UMJ memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan bahwa pembangunan kampus memang penting, tetapi upaya pelestarian lingkungan tidak boleh diabaikan.

“Tidak perlu menunggu melakukan hal besar. Mulailah dari langkah-langkah sederhana untuk melindungi lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Primadita Rahma Ekida membawakan materi bertajuk Krisis Udara Perkotaan: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda. Ia menyoroti persoalan kualitas udara yang semakin memburuk akibat berbagai aktivitas manusia, salah satunya praktik pembakaran sampah.

Baca Juga: Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam

Menurutnya, hubungan manusia dengan alam tidak dapat dipisahkan dari perannya sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian bumi. Karena itu, kesadaran lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembakaran sampah masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk Tangerang Selatan. Banyak masyarakat yang melakukan pembakaran sampah tanpa mengetahui kandungan berbahaya dari material yang dibakar,” jelasnya.

Primadita menegaskan bahwa udara merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipilih seperti makanan. Setiap orang menghirup udara yang sama sehingga kualitas udara menjadi isu kesehatan yang harus mendapat perhatian serius.

Rangkaian kegiatan UMJ MemBumi 2026 dilanjutkan dengan penanaman 3.650 bibit pohon, peluncuran program pengelolaan sampah terpilah dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan  penyebaran ecoenzyme ke aliran sungai di sekitar kampus UMJ.

Penyelenggaraan UMJ MemBumi 2026 mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, yaitu Kementerian Kehutanan RI, Wahana Honda, Bicara Udara, PT Bumi Resik Nusantara, dan OMG, yang bersama-sama berkolaborasi mewujudkan gerakan kampus peduli lingkungan dan berkelanjutan.

Editor : Bintang Pradewo
#kualitas udara #pembakaran sampah