Aglomerasi Metropolitan Politik Pemerintahan Olahraga

Viral Satpam Bundaran HI Dipaksa Sujud Usai Tegur Pengemudi Alphard Berakhir Mediasi, Polisi Bilang Begini

Ryandi Zahdomo • Jumat, 24 Juli 2026 | 11:54 WIB
Fakta-fakta Cekcok Sopir Toyota Alphard di Bundaran HI, Satpam Mengaku Sempat Bersujud (Threads @vicolharefa)
Fakta-fakta Cekcok Sopir Toyota Alphard di Bundaran HI, Satpam Mengaku Sempat Bersujud (Threads @vicolharefa)

JawaPos.com - Aparat kepolisian mendalami informasi yang beredar liar terkait dugaan intimidasi terhadap seorang petugas keamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Polisi tengah memverifikasi kebenaran isu yang menyebut korban sempat diminta bersujud oleh pengemudi mobil mewah usai menegur dugaan pelanggaran lalu lintas.

Insiden tersebut bermula ketika sebuah mobil Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi D 1828 XHQ diduga menerobos lampu merah di zebra cross depan Halte Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, pada Rabu (22/7) sekitar pukul 12.00 WIB.

Perselisihan tak terelakkan saat seorang pejalan kaki berinisial F serta petugas keamanan bernama Victor, menegur pengemudi dengan menepuk bodi kendaraan agar menghentikan lajunya saat lampu penyeberangan pejalan kaki menyala.

Hasil Mediasi dan Klarifikasi Polisi

Atas insiden tersebut, kedua belah pihak sempat mendatangi Pos Polisi Thamrin pada hari yang sama untuk meminta bantuan mediasi. Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan, proses mediasi tersebut awalnya berujung kesepakatan damai.

"Terkait hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan. Namun apabila ada pihak yang masih merasa keberatan atau belum puas, kami persilakan membuat laporan dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur," ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu di Polsek Menteng, Kamis (23/7).

AKBP Braiel memastikan, selama proses mediasi di pos polisi, tidak ditemukan adanya tindakan fisik atau pemukulan. Polisi juga menegaskan pintu jalur hukum tetap terbuka lebar jika ada pihak yang merasa dirugikan.

Menanggapi kabar intimidasi, ancaman kehilangan pekerjaan, hingga paksaan bersujud tersebut, kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman. Hingga kini, petugas belum menemukan bukti pendukung maupun keterangan yang spesifik di lapangan.

"Kalau diminta sujud ini yang saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak. Kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa riilnya," kata Braiel.

"Kami masih mendalami informasi yang beredar. Sejauh ini belum ada bukti adanya pemukulan maupun kekerasan. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti lain, kami persilakan membuat laporan agar dapat kami proses sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Pengakuan Satpam vs Penyelidikan Polisi

Meski mediasi telah dilakukan, sebuah video pengakuan dari Victor beredar pada Kamis (23/7) pagi. Dalam unggahan tersebut, ia mengeklaim sempat diminta bersujud dan meminta maaf kepada pihak pengendara Alphard di dalam ruangan.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" ungkap Victor dalam video tersebut. Ia juga mengaku sempat dua kali mencium tangan pihak pengendara sebagai bentuk penghormatan.

Pengusutan Pelanggaran Lalu Lintas dan Pelat Nomor

Selain mendalami dugaan intimidasi, pihak kepolisian memastikan dugaan pelanggaran lalu lintas berupa menerobos lampu merah di zebra cross akan ditangani oleh Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, kepolisian juga mengusut dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan Alphard yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Hingga saat ini, kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan mengumpulkan keterangan lengkap sebelum menyampaikan perkembangan resmi berikutnya.

Editor : Bintang Pradewo
satpam bundaran hi pengemudi alphard viral