Raisa Perdana Bawakan Cahaya Hati, Pagelaran Sabang Merauke Libatkan 1.700 Seniman

Muhtamimah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Raisa memperkenalkan lagu terbarunya berjudul Cahaya Hati untuk pertama kali di hadapan publik. (Dok. IST)
Raisa memperkenalkan lagu terbarunya berjudul Cahaya Hati untuk pertama kali di hadapan publik. (Dok. IST)

JawaPos.com – Raisa memperkenalkan lagu terbarunya berjudul Cahaya Hati untuk pertama kali di hadapan publik. Lagu tersebut akan menjadi bagian penting dalam pertunjukan Hikayat Srikandi Nusantara yang diusung Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026.

Penampilan perdana itu berlangsung dalam sesi latihan musik terbuka di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/8). Tak hanya memperdengarkan lagu baru, penyelenggara juga mulai membuka konsep musikal yang akan ditampilkan pada pagelaran di Indonesia Arena, Jakarta, pada 21–23 Agustus mendatang.

Latihan tersebut menjadi gambaran awal bagaimana musik pop, orkestra, paduan suara, hingga 50 alat musik tradisional dipadukan untuk menghidupkan perjalanan Hikayat Srikandi Nusantara.

Selain Raisa, sesi latihan melibatkan Yura Yunita, PADI Reborn, Eross Candra, Joey Penny, Yuyun Arfah, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Alicia Hartono, Galabby, serta ratusan musisi dan anggota paduan suara. Seluruh aransemen dipimpin Komposer sekaligus Pengarah Musik Elwin Hendrijanto bersama Konduktor Avip Priatna.

Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group F. Aming Santoso mengatakan musik selalu menjadi elemen penting dalam membangun pengalaman yang ingin dihadirkan melalui Pagelaran Sabang Merauke.

"Musik memiliki kemampuan menyampaikan emosi bahkan sebelum sebuah dialog dimulai. Karena itu, setiap tahun, kualitas musikal Pagelaran Sabang Merauke semakin kreatif, kaya dan menjadi ajang kolaborasi untuk para seniman dan pelaku industri kreatif. Tahun ini, iForte dan Protelindo Group mempersembahkan lagu baru 'Cahaya Hati' yang akan memperkuat cerita dalam pertunjukan kolosal spektakuler Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara."

Produksi tahun ini melibatkan sekitar 1.700 orang. Di dalamnya terdapat 387 penari dari Sabang hingga Merauke yang membawakan 104 koreografi karya 11 tim koreografer. Selain itu, pagelaran menghadirkan 15 penyanyi nasional, satu grup band, pemain 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara, serta 60 musisi orkestra yang akan membawakan 28 lagu daerah dan lagu nasional.

Pertunjukan juga didukung lebih dari 1.500 kostum tradisional, kontemporer, dan etnik Nusantara yang dirancang 16 desainer Indonesia.

Vice President Director & Deputy CEO iForte Silvi Liswanda yang juga menulis lirik Cahaya Hati mengatakan lagu tersebut lahir dari nilai-nilai yang diangkat dalam Hikayat Srikandi Nusantara.

"Lagu ini lahir dari semangat keberanian, keteguhan hati, cinta dan pengorbanan, harapan, serta sinergi yang mana pada Pagelaran ini ada di sosok Srikandi-Srikandi Nusantara, di mana nilai-nilai tersebut masih relevan di kehidupan sekarang. Harapannya, siapa pun dapat menikmati lagu ini sebagai sebuah karya yang menyemangati dan menginspirasi, dan ketika menyaksikan pertunjukannya nanti, penonton dapat merasakan makna yang lebih utuh."

Komposisi Cahaya Hati digarap Eross Candra dengan memadukan musik populer dan nuansa Nusantara. Menurutnya, proses kreatif lagu itu berkembang seiring dengan penyusunan alur cerita pertunjukan.

"Cahaya Hati dibuat di tengah proses pengembangan cerita Hikayat Srikandi Nusantara. Sejak awal kami berdiskusi bersama tim kreatif mengenai karakter, emosi, dan perjalanan yang ingin dibangun di atas panggung. Karena itu, musiknya ikut bertumbuh bersama cerita. Tantangan itulah yang membuat proses kreatif lagu ini berbeda dibandingkan ketika menciptakan sebuah single."

Elwin Hendrijanto kemudian mengembangkan keseluruhan lanskap musikal melalui perpaduan orkestra, paduan suara, musik pop, dan instrumen tradisional Indonesia. Selain Cahaya Hati, penonton juga akan mendengar sejumlah lagu lain seperti Inspirasi Diri & Lantunan Satu Bangsa serta Maha Dewi yang telah diaransemen ulang sesuai konsep pertunjukan.

Bagi Raisa, membawakan Cahaya Hati untuk pertama kali menjadi pengalaman yang berbeda karena kini ia juga mendalami karakter Srikandi yang akan diperankannya.

"Hari ini menjadi momen pertama aku membawakan Cahaya Hati di depan publik. Uniknya, aku rekaman lagu Cahaya Hati ini sebelum aku latihan jadi Srikandi. Pada saat rekaman masih ngebayangin aja, nah saat tadi kita ngebawain secara live, setelah aku melalui proses latihan di Yogjakarta, itu rasanya beda banget. Aku ngerasa lagu Cahaya Hati ini memang corenya Srikandi, tempatnya dia membagikan semangat ke pasukannya maupun semangat ke para penonton."

Dalam kesempatan yang sama, Piyu dan Yoyo dari PADI Reborn mengaku terkesan mendengar lagu-lagu PADI dibawakan dalam balutan orkestra, musik tradisional, dan pertunjukan teatrikal.

"Yang menarik adalah ketika pertama kali kami yang biasanya membawakan lagu-lagu PADI seperti biasa, kemudian lagu tersebut dibalut dengan orkestra dan musik tradisional. Rasanya jadi memiliki dimensi yang baru. Kami yang punya lagunya saja ikut takjub karena ternyata lagu ini bisa terdengar lebih indah, apalagi ketika ditampilkan dalam sebuah pertunjukan teatrikal."

Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.

Editor : Hendra
Raisa Sabang Merauke Cahaya Hati