Untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menerjunkan personel di lapangan guna melakukan pengaturan lalu lintas serta mengurai titik-titik penyempitan jalur.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak menuturkan, penempatan petugas ini dilakukan hasil koordinasi bersama instansi terkait dan pihak pelaksana proyek.
"Kepadatan lalu lintas yang terjadi di beberapa titik di Jakarta Timur dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan yang bertepatan dengan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur. Bersama instansi terkait, kami terus melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan dan berkoordinasi dengan pelaksana pekerjaan agar dampak terhadap mobilitas masyarakat dapat diminimalkan," ujar Harlem, Selasa (4/8).
Pengecoran Jalan Bekasi Raya Bikin Kapasitas Jalur Menyempit
Salah satu titik utama penyumbang kemacetan berada di Jalan Raya Bekasi/Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, khususnya pada ruas dari Simpang Jalan Raya Pulogebang menuju arah Bekasi.
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengerjakan dua paket peningkatan jalan di ruas setelah Pertigaan Pulogebang hingga jembatan sebelum kawasan Harapan Indah, Bekasi. Proyek ini ditargetkan rampung pada 22–23 Agustus 2026.
Harlem menjelaskan, pengerjaan proyek membutuhkan masa pengerasan beton (curing) sehingga badan jalan tidak bisa langsung diakses kendaraan secara penuh.
"Pengecoran jalan dilakukan pada malam hari, sedangkan ruas yang telah dicor masih harus melalui proses pengerasan (curing) sehingga untuk sementara belum dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini menyebabkan kapasitas jalan berkurang dan berdampak pada kepadatan lalu lintas," jelas Harlem.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sudinhub Jakarta Timur bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan kontraktor, termasuk mengatur jam operasional truk mixer dan keluar-masuk kendaraan berat.
Penyempitan Jalur di Ciracas Akibat Proyek Drainase
Kepadatan lalu lintas juga terdeteksi di kawasan Jalan Kiwi–Jalan PKP, Kecamatan Ciracas. Di titik ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan pengerjaan jacking dan pemasangan barrier beton yang dijadwalkan berlangsung hingga 23 Oktober 2026.
Kemacetan di lokasi ini sempat memuncak akibat kedatangan alat berat excavator PC200 pada dini hari yang belum terkoordinasi dengan baik. Kedatangan alat berat tersebut membuat badan jalan tersita sehingga hanya tersisa satu lajur yang bisa dilintasi.
Saat ini, petugas Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Ciracas bersama flagman dari pelaksana proyek telah disiagakan secara penuh untuk mengatur pola lalu lintas bergantian di lokasi.
Imbauan Jalur Alternatif Bagi Pengendara
Menghadapi situasi ini, pihak Dishub mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan waktu perjalanan dengan lebih cermat atau mencari rute alternatif selama masa konstruksi berlangsung.
"Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pelaksana pekerjaan agar setiap tahapan konstruksi dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kelancaran lalu lintas. Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan jalur alternatif apabila diperlukan hingga pekerjaan selesai," imbuh Harlem.
Editor : Bintang Pradewo