Pakar Paru Ingatkan Cuaca Panas Berlebihan Tingkatkan Risiko ISPA

Antara • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 11:20 WIB
 
Ilustrasi dokter melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan. (Indrianto Eko Suwarso/Antara)
Ilustrasi dokter melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan. (Indrianto Eko Suwarso/Antara)
 

JawaPos.com - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan fenomena El Nino dan cuaca panas berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit menular. Termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu menyarankan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan makan bergizi, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

"Status kesehatan dan daya tahan tubuh yang baik akan membentengi kita terhadap berbagai kemungkinan penyakit, termasuk ISPA," kata Tjandra dilansir dari Antara, Minggu (9/8).

Baca Juga: Ini Alasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Bongkar Satu JPO Viral Love-Hate di Rasuna Said

Masyarakat pun disarankan agar mencukupi kebutuhan air minum.

Tjandra mengatakan, cuaca panas akan menimbulkan dehidrasi, termasuk dampaknya pada saluran napas, yang kemudian meningkatkan risiko terkena ISPA. 

Oleh sebab itu, kata dia, saat cuaca ekstrem dan polusi udara sedang tinggi, maka sedapat mungkin batasi ke luar ruangan, dan jika ada keluhan pernapasan, seperti batuk, sakit dada, demam, maka sebaiknya segera ditangani.

Baca Juga: Layanan Pajak Tetap Normal usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI

"Kalau ringan, dapat ditangani sendiri dengan obat untuk menghilangkan gejala, kalau perlu istirahat. Kalau keluhan tidak membaik, maka segera berkonsultasi pada petugas kesehatan," ujar Tjandra.

Selain itu, dia mengingatkan warga agar tidak mengotori udara dengan polutan lain, seperti merokok, menggunakan motor yang mengeluarkan asap hitam, dan membakar sampah.

Di sisi lain, Tjandra meminta agar pemerintah segera mengantisipasi kasus ISPA di Jakarta, salah satunya dengan menyiapkan pelayanan kesehatan di berbagai tingkatan yang memadai dan mudah di akses masyarakat, lengkap dengan sarana diagnostik dan obat-obatannya.

"Kalau sampai ada kasus yang memerlukan rawat inap, maka juga tentu perlu disiapkan rumah sakit untuk penanganannya," imbuh Tjandra. 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
dokter paru Tjandra yoga aditama ispa