Polda Metro Jaya bongkar laboratorium etomidate jaringan internasional

Antara • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:34 WIB
 
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombespol Ahmad David (tengah) tampilkan para tersangka dan barang bukti narkotika jenis etomidate yang diungkap di Apartemen Tokyo Riverside, Kabupaten Tangerang, Banten. (Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombespol Ahmad David (tengah) tampilkan para tersangka dan barang bukti narkotika jenis etomidate yang diungkap di Apartemen Tokyo Riverside, Kabupaten Tangerang, Banten. (Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)

 

JawaPos.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) pembuat narkotika golongan II jenis etomidate jaringan internasional di wilayah Tangerang dan Jakarta Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombespol Ahmad David menjelaskan, ​pengungkapan kasus itu berawal dari penindakan di Apartemen Tokyo Riverside, Kabupaten Tangerang, Banten. Kemudian dikembangkan ke Apartemen Gold Coast di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8).

"​Dalam operasi ini, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal China yang bertindak sebagai pembuat sekaligus pengedar," kata David dalam keterangan di Jakarta, Jumat (14/8).

Baca Juga: Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak

Dia menambahkan pelaku diketahui telah beroperasi selama kurang lebih satu bulan dan telah menyebarkan sedikitnya 15.000 cartridge vape bermuatan etomidate di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"​Dalam penindakan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 350 pieces cartridge etomidate siap pakai serta 2,8 kilogram bahan baku pembuatannya," terang Ahmad David.

​Ahmad juga menjelaskan bahan baku sebanyak 2,8 kilogram tersebut diperkirakan dapat diolah menjadi sekitar 14.000 unit cartridge vape yang mengandung etomidate. Berdasar hasil pemeriksaan, bahan baku tersebut diimpor dari Vietnam.

Baca Juga: Dihadiri Gubernur Pramono, Ribuan Jamaah Jatman Aswaja Lantunkan Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

​Mengenai modus operandi, pelaku menyamarkan laboratorium dengan mendesain ruangan tertentu di dalam kamar apartemen agar terlihat seperti hunian biasa.

​"Pemasaran dilakukan menggunakan sistem drop point atau drop box, sedangkan komunikasi transaksi memanfaatkan media sosial," ujar Ahmad.

​Dia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan indikasi peredaran gelap narkotika di lingkungannya.

Masing-masing pihak diimbau menjauhi narkoba demi menyelamatkan generasi muda Indonesia.

"​Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti dan alat pendukung produksi telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut," beber Ahmad David.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
polda metro jaya narkoba