Pasar Perkantoran Asia Tahan Banting, Volume Leasing Indonesia Justru Turun

Andrianto Wahyudiono • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:52 WIB
Pasar perkantoran Asia Pasifik tetap bergairah pada semester I 2026. Namun, volume leasing perkantoran Indonesia justru turun signifikan secara tahunan. (Dok. Thamrinnine.com)
Pasar perkantoran Asia Pasifik tetap bergairah pada semester I 2026. Namun, volume leasing perkantoran Indonesia justru turun signifikan secara tahunan. (Dok. Thamrinnine.com)

JawaPos.com – Pasar perkantoran Asia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian geopolitik. Aktivitas sewa tetap bergairah sepanjang paruh pertama 2026. Namun, Indonesia justru bergerak berlawanan. Volume leasing perkantoran nasional mengalami penurunan signifikan secara tahunan.

Head of Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan, pasar perkantoran Asia secara umum masih relatif stabil. Berdasarkan laporan Colliers, aktivitas persewaan mencapai 4,6 juta meter persegi di 11 pasar Asia Pasifik.

Pertumbuhan tersebut ditopang momentum bisnis yang relatif stabil serta meningkatnya preferensi penyewa terhadap gedung perkantoran berkualitas tinggi.

“India, Tiongkok daratan, dan Jepang menjadi motor utama pasar. Ketiganya menyumbang lebih dari 95 persen aktivitas leasing sepanjang semester pertama 2026. Ketiga pasar itu juga mencakup lebih dari 90 persen pasokan perkantoran baru di kawasan,” terangnya.

Namun, tren tersebut tidak sepenuhnya dirasakan Indonesia. Volume sewa perkantoran di Indonesia justru turun signifikan secara tahunan. Penurunan serupa juga terjadi di Selandia Baru dan Singapura.

Meskipun demikian, Bagus menilai pasar perkantoran Jakarta masih memiliki daya tahan. Penyewa memang semakin selektif dalam memilih ruang kantor. Faktor fasilitas, konsep bangunan hijau, hingga fleksibilitas skema sewa menjadi pertimbangan utama.

“Perbaikan aktivitas penyewa mulai terlihat secara bertahap,” ujarnya.

Di sisi lain, pemilik gedung dituntut menjaga daya saing di tengah persaingan yang ketat.

“Salah satu strategi yang ditempuh adalah memberikan berbagai insentif, baik kepada calon penyewa maupun penyewa eksisting,” ucapnya.

Tekanan di pasar perkantoran juga dipengaruhi pasokan baru yang semakin terbatas. Sepanjang semester pertama 2026, pasokan perkantoran baru di kawasan Asia Pasifik hanya mencapai 3 juta meter persegi. Angka tersebut turun 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih dari 80 persen pasokan baru terkonsentrasi di India dan Tiongkok daratan. Terbatasnya pasokan berpotensi menopang tingkat harga sewa di sejumlah pasar utama Asia Pasifik.

“Permintaan penyewa kini semakin terkonsentrasi pada aset perkantoran dengan segmen premium,” kata Managing Director Occupier Services Asia Pacific Colliers Mike Davis.

Perusahaan tidak lagi sekadar mencari ruang kerja. Kualitas lingkungan kerja mulai dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menarik talenta sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Kondisi itu menciptakan fondasi positif bagi keberlanjutan aktivitas leasing di kawasan,” terangnya. (bil/dio)

Editor : Hendra
Sumber : Jawa Pos Koran
jakarta Perkantoran Leasing Colliers Indonesia properti