Wakil Wali Kota Jaksel: Pagar dan Trotoar Stasiun MRT Haji Nawi Dibuka untuk Akses Jamaah

Bintang Pradewo • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim di sekitar Stasiun MRT Haji Nawi akan disesuaikan untuk membuka akses kendaraan menuju Perguruan Darul Ma’arif di Jalan RS Fatmawati Raya, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. (Istimewa)
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim di sekitar Stasiun MRT Haji Nawi akan disesuaikan untuk membuka akses kendaraan menuju Perguruan Darul Ma’arif di Jalan RS Fatmawati Raya, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memastikan pagar dan trotoar di sekitar Stasiun MRT Haji Nawi akan disesuaikan untuk membuka akses kendaraan menuju Perguruan Darul Ma’arif di Jalan RS Fatmawati Raya, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Akses kendaraan tersebut akan diberlakukan dengan sistem buka-tutup, khususnya saat Perguruan Darul Ma’arif menggelar kegiatan keagamaan yang membutuhkan akses bagi jamaah dan pengunjung.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim mengatakan, penyesuaian akses tersebut dilakukan menindaklanjuti aspirasi pihak yayasan dan tokoh masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pasar Perkantoran Asia Tahan Banting, Volume Leasing Indonesia Justru Turun

“Itu kelanjutannya tetap berjalan. Kita akan turunkan trotoar, sedikit tidak mengurangi estetika,” kata Firmanuddin, Jumat (21/8).

Menurut Firmanuddin, kebutuhan akses tersebut terutama muncul saat Perguruan Darul Ma’arif menggelar kegiatan keagamaan.

Dalam setahun, terdapat sekitar enam kegiatan yang membutuhkan akses kendaraan untuk mengakomodasi jamaah dan pengunjung. “Jadi yayasan cuma minta diberikan akses kendaraan, karena setahun itu mereka ada enam kali kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Akses kendaraan dinilai penting karena jamaah yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta Selatan.

Saat kegiatan tertentu, termasuk peringatan Maulid, banyak jamaah dari luar kota yang datang sehingga kendaraan, termasuk bus, membutuhkan akses untuk masuk ke area yayasan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bukan Hanya Gratis, tapi Juga Menyiapkan Masa Depan

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Firmanuddin meminta Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan untuk melakukan penyesuaian terhadap ketinggian trotoar di lokasi.

Penyesuaian itu dilakukan dengan tetap mempertahankan fungsi trotoar dan estetika kawasan.

Adapun pagar pembatas milik MRT Jakarta akan disesuaikan agar dapat dibuka dan ditutup ketika akses dibutuhkan.

Ia menyebut pagar nantinya akan dibuka saat kegiatan berlangsung dan kembali ditutup setelah kegiatan selesai. “Jadi pagar bisa dilipat, nanti langsung ditutup lagi untuk keamanan juga,” kata Firmanuddin.

Ia menegaskan, akses menuju yayasan tidak akan dibuka secara permanen setiap hari. Penggunaan akses hanya untuk kegiatan tertentu yang telah disepakati bersama antara yayasan, MRT Jakarta, dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Baca Juga: Cookie Tin Dessert Viral yang Sedang Ramai di TikTok

“Jadi semuanya sudah ketemu, sesuai dengan permintaan dari yayasan karena untuk event-event tertentu saja, bukannya setiap hari,” jelasnya.

Firmanuddin menyebut akses dapat digunakan ketika yayasan menggelar perayaan atau peringatan keagamaan maupun kegiatan sekolah yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sekitar.

“Dalam setahun itu, kalau lagi acara perayaan atau peringatan keagamaan, itu saja yang dipakai. Atau kegiatan sekolah untuk kepentingan masyarakat di situ,” ujarnya.

Di luar agenda tersebut, akses akan kembali ditutup dan pagar dikunci untuk menjaga keamanan serta memastikan fungsi kawasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Tapi kalau untuk yang lain, tidak bisa. Itu akan dikunci, digembok. Di tempat posisi tertentu saja,” tegasnya.

Baca Juga: Cookie Tin Dessert Viral yang Sedang Ramai di TikTok

Firmanuddin memastikan rencana penyesuaian akses tersebut telah dibahas bersama pihak MRT Jakarta dan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Kesepakatan itu diharapkan dapat memberikan solusi bagi kebutuhan jamaah tanpa mengganggu fungsi fasilitas publik dan keamanan di sekitar Stasiun MRT Haji Nawi.

“Ini semua sudah kita komunikasi dengan pihak MRT, alhamdulillah tidak ada masalah dan kita pastikan semua berjalan dengan baik,” tandasnya.

Editor : Bintang Pradewo
mrt haji nawi wakil wali kota jaksel stasiun mrt