Pasca Unjuk Rasa, Masyarakat Diminta Jaga Kamtibmas dan Bijak Bermedia Sosial

Yogi Wahyu Priyono • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:03 WIB
Acara silaturahmi Forkopimko Jakarta Barat yang dihadiri beragam elemen masyarakat. (Istimewa)
Acara silaturahmi Forkopimko Jakarta Barat yang dihadiri beragam elemen masyarakat. (Istimewa)

JawaPos.com — Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terasa menyelimuti GOR Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (28/8/2026).

Di tengah acara silaturahmi Forkopimko Jakarta Barat yang dihadiri beragam elemen masyarakat, tokoh pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, tampil menyampaikan pesan-pesan penting yang menyentuh hati hadirin, mengajak seluruh warga untuk bersatu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta senantiasa bijak dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga: 5 Tips Atasi Mata Lelah Akibat Terlalu Lama di Depan Layar!
 
Berbicara dengan nada yang tenang namun tegas, Umar menyoroti derasnya arus informasi yang melanda masyarakat saat ini, terutama di ruang media sosial yang kian hari kian pesat perkembangannya.

Ia menegaskan bahwa kemudahan berbagi informasi harus disikapi dengan kehati-hatian yang tinggi, agar tidak justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
 
“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Kita harus melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membagikan sebuah informasi,” ujar Umar, di sela-sela acara yang berlangsung hangat tersebut.
 
Menurutnya, penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan tanpa verifikasi dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas dari sekadar kesalahpahaman semata. Informasi yang tidak bertanggung jawab mampu memicu keresahan antarkelompok, memicu kesalahpahaman yang berkepanjangan, bahkan berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat warga tinggal sehari-hari.
 
Oleh karena itu, Umar mengimbau agar seluruh masyarakat menerapkan prinsip sederhana namun sangat penting, yaitu saring sebelum sharing. Sebelum membagikan sebuah informasi, warga diminta memeriksa kejelasan sumber informasi tersebut, serta membandingkannya dengan informasi resmi dari pihak berwenang maupun pemberitaan dari media yang kredibel dan terpercaya.

Baca Juga: Oleh-Oleh Khas Blitar yang Wajib Dibawa Pulang, dari Sambal Pecel hingga Dodol Belimbing
 
“Kalau informasinya belum jelas, jangan langsung disebarkan. Jangan sampai kita ikut menjadi bagian dari penyebaran informasi yang ternyata tidak benar,” katanya, disambut anggukan setuju oleh para hadirin.
 
Selain mengajak untuk menangkal berita palsu, Umar juga mengingatkan masyarakat untuk turut menghindari berbagai konten yang bersifat provokatif, fitnah, ujaran kebencian, maupun ajakan-ajakan yang dapat memecah belah persatuan dan kerukunan warga Jakarta Barat. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat di tengah masyarakat adalah hal yang wajar dan justru menjadi kekayaan bersama, bukan alasan untuk saling bermusuhan.
 
“Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Jangan mudah terprovokasi. Mari kita kedepankan komunikasi, persaudaraan, dan persatuan,” tegasnya.
 
Khusus kepada generasi muda, Umar berpesan agar menjadi pelopor dan teladan dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif, baik di lingkungan masyarakat secara langsung, maupun di ruang digital yang kini menjadi ruang interaksi keseharian para pemuda. 

Ia berharap ruang media sosial tidak dijadikan tempat untuk saling serang, melainkan sarana untuk menyebarkan informasi yang positif, bermanfaat, dan membangun semangat kebersamaan.
 
Umar pun menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh lapisan masyarakat dapat bekerja sama menjaga wilayah Jakarta Barat tetap menjadi wilayah yang aman, damai, sejuk, dan kondusif untuk semua warga.
 
“Mari bersama-sama kita jaga Jakarta tetap aman, damai, sejuk dan kondusif. Bijak bermedia sosial, saring sebelum sharing,” pungkas H. Umar Abdul Aziz, diiringi tepuk tangan hangat dari seluruh warga yang hadir.

Editor : Bintang Pradewo
demo kamtibnas media sosial