JawaPos.com – Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru.
Kecelakaan terjadi setelah kapal dilaporkan mengalami kemiringan sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan perusahaan pelayaran sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, KM Virgo Transport 8 diketahui berada di sekitar perairan Masalembo, sekitar 150 kilometer dari tujuan akhirnya di Banjarmasin.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca buruk dengan gelombang yang mencapai 2,5 meter. Tim SAR kemudian mengerahkan sejumlah armada untuk mencari dan mengevakuasi para penumpang. Helikopter Basarnas juga dikerahkan untuk memantau lokasi kapal yang diketahui telah dalam kondisi terbalik.
Baca Juga: UMJ dan Halmahera Selatan Sepakati Kerja Sama Tridarma sampai Pengembangan SDM
Berdasarkan informasi Basarnas, sebanyak 107 orang berhasil dievakuasi, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia. Hingga pembaruan terakhir, sekitar 130 orang lainnya masih dalam pencarian.
Selain membawa penumpang dan kru, KM Virgo Transport 8 juga diketahui mengangkut sejumlah kendaraan bermotor. Kapal tersebut merupakan kapal bekas buatan Jepang yang diproduksi oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari pada 1987. Dengan usia mencapai 39 tahun pada 2026, kapal tersebut sebelumnya bernama Ferry Kurushima dan digunakan untuk melayani rute penyeberangan Kokura–Matsuyama di Jepang.
Ferry Kurushima berhenti beroperasi di Jepang pada 30 Juni 2025 sebelum kemudian dibeli oleh PT Virgo Karya Shipping dan dipersiapkan untuk beroperasi di Indonesia mulai 8 Juli 2026. Setelah beroperasi di Indonesia, kapal tersebut melayani rute Surabaya–Banjarmasin pulang-pergi dan dilengkapi sejumlah fasilitas penumpang, termasuk ruang tunggu serta kamar kelas 1, kelas 2, kelas 3, dan VIP.
Kecelakaan tersebut mendapat perhatian dari Komisi V DPR RI. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendorong Basarnas mengoptimalkan pencarian terhadap para korban yang hingga kini belum ditemukan.
Baca Juga: Sinergi Indonesia–Jepang, Alutsista Militer Dikerahkan Padamkan Karhutla di Kalimantan
"Kami mendorong terus untuk Basarnas melakukan upaya pencarian semaksimal mungkin, untuk kiranya seluruh korban bisa ditemukan tentunya," ujar Lasarus saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/9).
Lasarus juga menyebut kecelakaan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan dan kelayakan kapal, terlebih KM Virgo Transport 8 diketahui telah berusia hampir 40 tahun. Ia turut menyinggung informasi sementara mengenai tidak adanya sistem peringatan sebelum kapal tenggelam, tetapi menegaskan bahwa hal tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Saat ini, operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas dan sejumlah unsur terkait. Posko komando telah didirikan di Pelabuhan Banjarmasin dengan tenaga medis dan ambulans yang disiagakan untuk menangani korban.
Editor : Bintang Pradewo