JawaPos.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral dan peluang kerja sama ekonomi kedua negara.
Tahun ini menjadi momentum 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria. Puan menyebut Bulgaria sebagai salah satu negara Eropa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia.
“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” ujar Puan.
Baca Juga: Karhutla Indonesia Picu Kabut Asap di Malaysia
Hubungan kedua negara juga memiliki jejak sejarah melalui kunjungan Presiden Soekarno ke Bulgaria pada 1961. Dalam kunjungan tersebut, Soekarno membawa pulang Bulgarian Rose, yang hingga kini dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku parfum dan minyak atsiri.
Dalam pertemuan dengan Puan, Poulev mengatakan Bulgaria memiliki keinginan untuk memperkuat kembali hubungan dengan Indonesia di berbagai bidang.
“Ada kemauan politik yang sangat kuat untuk menghidupkan kembali hubungan dengan Indonesia dan bekerja sama di semua tingkat dan bidang,” kata Poulev, dikutip Kementerian Ekonomi Bulgaria.
Poulev juga menyebut Indonesia sebagai mitra strategis Bulgaria di Asia Tenggara dengan potensi pasar yang besar. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian untuk dikembangkan antara lain manufaktur berteknologi tinggi, transfer teknologi, transportasi dan logistik, serta kerja sama industri.
Puan menilai Bulgaria memiliki posisi strategis sebagai mitra Indonesia di kawasan Balkan dan Eropa. Menurutnya, Bulgaria dapat menjadi salah satu jalur distribusi produk Indonesia menuju pasar Eropa.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Sushi di Jakarta yang Wajib Dicoba, Ada Sushi Maru hingga Sushi Tengoku
Selain perdagangan dan investasi, kedua pihak turut membahas kerja sama pendidikan, penelitian, kebudayaan, pariwisata, kepemudaan, serta ketenagakerjaan. Penguatan diplomasi parlemen juga didorong untuk mendukung kerja sama di berbagai forum internasional.
Dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, Puan mengapresiasi pengajaran Bahasa Indonesia di University of Sofia serta keberadaan Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019. Kerja sama tersebut diharapkan dapat diperluas melalui pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, beasiswa, dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Pertemuan juga membahas rencana mengaktifkan kembali Joint Intergovernmental Commission on Economic Cooperation. Forum kerja sama ekonomi tersebut terakhir kali digelar pada 2014 di Jakarta. Poulev mengusulkan agar pertemuan berikutnya dapat dilaksanakan di Bulgaria pada tahun depan.
Selain bertemu Puan, Poulev dalam kunjungannya ke Indonesia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk membahas peluang peningkatan perdagangan dan hubungan ekonomi kedua negara.
Kunjungan Poulev merupakan bagian dari lawatan kerja ke sejumlah negara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Pemerintah Bulgaria tengah mendorong diversifikasi mitra perdagangannya ke kawasan Asia, Timur Jauh, dan Timur Tengah, di samping mempertahankan hubungan dengan mitra tradisionalnya.