JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik keras terhadap Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (24/9). Netanyahu menuding kritik Mamdani terhadap operasi militer Israel di Gaza telah membuat warga Yahudi di New York merasa tidak aman.
Netanyahu menyebut Mamdani sebagai “wali kota antisemit” dan menuduhnya menyebarkan informasi yang menurutnya tidak benar mengenai tindakan Israel di Gaza.
“Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak warga Yahudi tidak lagi merasa aman di New York,” kata Netanyahu dalam pidatonya.
Baca Juga: Beri Tenggat Hingga 30 September, 100 Ribu Buruh Akan Masuk ke Jakarta jika Aspirasi Tak Diakomodasi
Serangan tersebut merupakan bagian dari perseteruan terbuka antara Netanyahu dan Mamdani. Wali kota New York yang merupakan Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan militer Israel di Gaza. Mamdani sebelumnya menyebut Netanyahu sebagai “penjahat perang” dan menuduhnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas apa yang ia sebut sebagai genosida terhadap warga Palestina.
Mamdani membantah bahwa kritiknya terhadap Israel merupakan bentuk antisemitisme. Dalam pernyataan yang dirilis setelah pidato Netanyahu, ia kembali mengecam tindakan Israel di Gaza dan menyinggung surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa ia tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional,” kata Mamdani.
Netanyahu Bantah Israel Lakukan Genosida
Baca Juga: Trump Apresiasi Indonesia atas Komitmen Stabilkan Gaza
Dalam pidatonya, Netanyahu juga secara langsung membantah tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
“Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida,” ujar Netanyahu.
Ia menuduh Mamdani mendukung Hamas dan menyebut kelompok tersebut sebagai pihak yang akan melakukan genosida terhadap Israel jika tidak dihentikan. Mamdani sendiri membantah tuduhan bahwa dirinya mendukung Hamas.
Netanyahu juga membela tindakan Israel di Gaza dengan menyebut berbagai upaya yang dilakukan pemerintahnya, termasuk pemberian bantuan kemanusiaan dan vaksinasi kepada warga Palestina.
Di sisi lain, Mamdani tetap mempertahankan kritiknya terhadap operasi militer Israel dan menyebut pernyataan Netanyahu sebagai upaya untuk membenarkan tindakan Israel di Gaza.
Pernah Janji Tangkap Netanyahu
Perseteruan keduanya juga berkaitan dengan sikap Mamdani terhadap surat perintah penangkapan ICC untuk Netanyahu. Saat berkampanye sebagai wali kota, Mamdani pernah mengatakan akan mengarahkan kepolisian New York untuk menangkap Netanyahu jika ia datang ke kota tersebut.
Namun, Mamdani kemudian mengakui bahwa pemerintah kota New York tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk mengeksekusi surat perintah ICC tersebut. Ia selanjutnya mendorong pemerintah federal Amerika Serikat untuk melakukan penangkapan.
Baca Juga: Prabowo Serukan “Free Palestine” di Gontor, Terima Keffiyeh dari Dubes Palestina
Menanggapi sikap tersebut, Netanyahu mengatakan Mamdani telah berusaha mencegah kedatangannya ke New York dan membungkamnya.
“Anda mencoba menghentikan saya datang ke sini. Anda mencoba membungkam saya. Namun, Anda tidak dapat membungkam saya dan Anda tidak dapat membungkam kebenaran,” kata Netanyahu.
Delegasi Walk Out dan Protes di New York
Pidato Netanyahu juga diwarnai aksi sejumlah delegasi yang meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes. Reuters melaporkan puluhan delegasi berjalan keluar ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Di luar markas PBB, ratusan demonstran juga berkumpul memprotes kedatangan Netanyahu. Massa meneriakkan tuntutan agar Amerika Serikat menghentikan dukungan persenjataan kepada Israel dan menyerukan penghentian perang di Gaza. Sejumlah demonstran kemudian ditahan polisi.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Pasta Enak di Jakarta Untuk Pecinta Kuliner Italia, Ada yang Cuma 30 Ribuan!
Netanyahu menyebut para delegasi yang meninggalkan ruangan sebagai “pengecut moral”. Ia juga menyerang sejumlah negara Barat yang menurutnya telah menyerah pada tekanan kelompok yang ia sebut antisemit.
Pidato tersebut menjadi salah satu kesempatan Netanyahu untuk membela kebijakan Israel di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait perang di Gaza.
Editor : Bintang Pradewo