Kapolri dan Gus Baha Serukan Persatuan untuk Menjaga Keamanan dan Pembangunan

Dhimas Ginanjar • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:38 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). (Mabes Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Persatuan menjadi modal penting agar pembangunan dapat terus berjalan. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, mengelola perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Kapolri mengatakan tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Karena itu, persatuan perlu terus dijaga agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat dan negara.

Dalam menjaga persatuan, Kapolri menilai kebersamaan ulama dan umara memiliki arti strategis. Keduanya memiliki sejarah perjuangan bersama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Semangat tersebut, kata Kapolri, kini dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan dan membawa Indonesia terus maju. Ulama dan umara juga memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa.

Kapolri menyebut ulama sebagai lentera dan kompas bagi bangsa. Nasihat, tuntunan, dan doa para ulama memberikan arah dalam menjaga kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Kedua peran tersebut bertemu pada tujuan yang sama.

Ketika persatuan terawat dan keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang. Kondisi tersebut juga memungkinkan pembangunan terus bergerak.

Kapolri menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri mengikuti Ngaji Kebangsaan.

Bagi jajaran Polri, pertemuan tersebut menjadi kesempatan mendapatkan ilmu, nasihat, dan doa sebagai bekal dalam menjalankan tugas.

Semangat itu juga digaungkan kepada keluarga besar Polri dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 700 peserta hadir langsung di Rembang, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri.

Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti kegiatan secara virtual. Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat pesan tentang persatuan dan kebersamaan.

Kapolri memahami bahwa tugas anggota Polri memiliki risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama bagi personel yang sedang menjalankan tugas.

Kapolri juga menitipkan para personel tersebut agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengabdi kepada masyarakat.

Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha mempertemukan tuntunan ulama, pengabdian aparat, dan persatuan masyarakat. Dari Rembang, pesan yang disampaikan adalah agar perbedaan tidak menjadi jarak dan keberagaman tetap menjadi kekuatan Indonesia.

Editor : Dhimas Ginanjar
gus baha kapolri persatuan