JawaPos.com - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth turun langsung memantau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Ia mengingatkan, penggunaan anggaran untuk OMC harus benar-benar efektif dan tepat sasaran.
OMC menjadi salah satu andalan untuk menghadapi kondisi kekeringan di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan itu melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: Kerja Bakti Massal di 65 Kelurahan, Wali Kota Jaksel Terjun Langsung Bersihkan Lumpur ke Selokan
Kenneth menilai, pengawasan diperlukan karena pelaksanaan OMC menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Menurut dia, penggunaan anggaran yang bersumber dari masyarakat harus dipastikan tepat sasaran dan pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.
"Sebagai Anggota Dewan, tentunya saya wajib mengawal kegiatan ini karena OMC ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang dihimpun dari skema uang rakyat. Kita harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya,” kata Kent kepada wartawan, dikutip Minggu (27/9).
Dalam kunjungannya, Kent juga melihat langsung kesiapan teknis, termasuk bahan yang digunakan untuk proses penyemaian awan.
Pada pelaksanaan OMC kali ini, bahan yang digunakan berbeda dari operasi sebelumnya.
Baca Juga: Ayam Kocak Meruya Viral di Media Sosial, Ayam Crispy Dibaluri dengan Saus Pedas
Jika sebelumnya menggunakan natrium klorida (NaCl) dalam bentuk cair, pada operasi 25 September petugas menyiapkan NaCl berbentuk bubuk atau powder dengan berat total mencapai 1 ton.
"Hari ini yang dibawa adalah NaCl powder sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton. Harapan kami hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta," jelasnya.
Kent mengatakan, pelaksanaan OMC di wilayah Jabodetabek telah berlangsung sejak 18 September 2026.
Penyemaian awan pada 25 September menjadi hari terakhir dalam rangkaian operasi tersebut.
Sebab, BMKG memprakirakan pertumbuhan awan menurun saat memasuki akhir pekan.
Baca Juga: 7 Oleh-oleh Khas Bengkulu Untuk Dibawa Pulang, Ada Pendap Hingga Manisan Terong
Karena itu, penyemaian yang telah dilakukan selama sepekan diharapkan dapat mendorong terbentuknya awan hujan dalam waktu dekat.
“Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan, pelaksanaan OMC pada 18-25 September 2026 memiliki tiga sasaran utama.
Selain untuk mengurangi tingkat polusi udara, operasi tersebut ditujukan untuk mendorong turunnya hujan di wilayah DKI Jakarta serta meningkatkan ketersediaan air baku bagi PAM Jaya.
“Jadi operasi modifikasi cuaca ini tujuannya adalah untuk menurunkan polusi, mengupayakan turunnya hujan dan meningkatkan kebutuhan air baku PAM Jaya,” ucap dia.
Baca Juga: Kapolri dan Gus Baha Serukan Persatuan untuk Menjaga Keamanan dan Pembangunan
Maruli memperkirakan dampak OMC dapat terlihat dalam beberapa hari setelah pelaksanaan. Namun, distribusi hujan diperkirakan tidak akan merata di seluruh wilayah Jakarta.
“Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” pungkasnya.
Editor : Bayu Putra